Studi Korelasional Body Image terhadap kepercayaan diri pada Digital Native Dancers
Schlagworte:
Body Image, Kepercayaan Diri, Digital Native DancerAbstract
Di era media sosial yang intens, penari/ dancer digital natives di Indonesia menghadapi tekanan estetika ganda: tuntutan performa panggung dan perbandingan sosial digital yang masif. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara body image dan kepercayaan diri pada populasi tersebut. Menggunakan desain korelasional, studi ini melibatkan 104 penari/ dancer digital natives yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Body Shape Questionnaire-8 (BSQ-8) dan Personal Evaluation Inventory (PEI). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pendidik tari dan praktisi kesehatan mental untuk mulai mengintegrasikan program intervensi berbasis body positivity guna memitigasi dampak tekanan estetika pada performa dan identitas diri penari/ dancer di Indonesia
Literaturhinweise
Angelis, B. (2003). Percaya diri: sumber sukses dan kemandirian. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Azwar, S. (2012a). Penyusunan Skala Psikologi (2nd ed.). Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2012b). Reliabilitas dan validitas (4th ed.). Pustaka Pelajar.
Bettle, N., Bettle, O., Neumärker, U., & Neumärker, K. J. (2001). Body image and self-esteem in adolescent ballet dancers. Perceptual and Motor Skills, 93(1), 297-309.
Cash, T. F. (2004). Body image: Past, present, and future. Body image, 1(1)1-5.
Dienasari, R. H. (2016). Persepsi Body Image, Kebiasaan Makan, dan Status Gizi pada Penari Remaja Wanita.
Gittens, C. Y. (2012). A comparative study: Perfectionism in elite ballet dancers and artistic gymnasts (Doctoral dissertation, University of Birmingham).
Jackson, J. (2005). My dance and the ideal body: Looking at ballet practice from the inside out. Research in Dance Education, 6(1–2), 25–40. doi: 10.1080/14617890500373089
Langer, S. K. (1980). Problematika seni (F. X. Widaryanto, Penerj.).Bandung: ASTI.
Lestari, N. R., Nofiartika, F., & Widodo, S. T. M. (2022). Body image perception, teman sebaya, dan kebiasaan makan pada remaja putri di Jurusan Seni Tari, SMKI Yogyakarta. Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 151-162.
Lamba, N.T. (2025). Self-Esteem, Body Image, and The Tendency Of Body Dysmorphic Disorder (BDD) in Generation Z. Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 3(3), 01–07. https://doi.org/10.61132/observasi.v3i3.1259
Maryono, 2012. Analisa Tari, Surakarta: ISI Press Solo
Mohajan, H. K. (2020). Quantitative research: A successful investigation in natural and social sciences. Journal of economic development, environment and people, 9(4), 50-79.
Muharram, R., Zahara, C. I., & Amalia, I. (2023). Hubungan body image dengan kecemasan sosial pada dewasa awal. Jurnal Psikologi Terapan, 3(2), 56–63. https://doi.org/10.29103/jpt.v3i2.8880
Perloff, R. M. (2014). Social media effects on young women’s body image concerns: Theoretical perspectives and an agenda for research. Sex Roles, 71(11–12), 363–377. https://doi.org/10.1007/s11199-014-0384-6
Restela, R., & Narawati, T. (2017). Tari Rampoe sebagai cerminan karakteristik masyarakat Aceh. Panggung, 27(2), 187–200. doi: 10.26742/panggung.v27i2.260
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Shrauger, J. S., & Schohn, M. (1995). Self-confidence in college students: Conceptualization, measurement, and behavioral implications. Assessment, 2(3), 255–278.
Syahbuddin, H. (2021). Estetika Tari Pattu’du Tommuane di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene (Doctoral dissertation, Fakultas Seni dan Desain).
Welch, E., Lagerström, M., & Ghaderi, A. (2012). Body Shape Questionnaire: Psychometric properties of the short version (BSQ-8C) and norms from the general Swedish population. Body Image, 9(4), 547–550. https://doi.org/10.1016/j.bodyim.2012.04.009