PENDEKATAN DIAGNOSTIK TERHADAP LEUKEMIA AKUT

Vinson Hartoyo, Andree Kurniawan

Abstract


Leukemia akut merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak, dengan angka kejadian sekitar 30 persen dari keseluruhan kasus keganasan pada anak-anak, dengan leukemia limfoblastik akut (LLA) memiliki angka kejadian lima kali lebih sering daripada leukemia mieloblastik akut (LMA). Meskipun tata laksana dan regimen pengobatan untuk leukemia limfoblastik akut sudah lebih maju, angka harapan hidup pasien masih cukup rendah terutama pada kelompok pasien dengan usia awitan yang lebih tua (berkisar pada angka 40% pada kelompok umur lebih tua). Dilaporkan sebuah kasus pada seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang datang dengan pendarahan dari hidung, telinga, gusi dan saluran cerna (melena dan hematemesis) sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan darah dan apus darah tepi menunjukkan pansitopenia dengan hitung jenis 26% dominan limfosit, dan dengan persentase retikulosit 0.26% yang menunjukkan adanya kegagalan fungsi sumsum tulang. Pasien ini direncanakan untuk menjalani biopsi sumsum tulang sebelum akhirnya meninggal pada hari ketiga perawatan.




DOI: http://dx.doi.org/10.19166/med.v4i8.1184

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Vinson Hartoyo, Andree Kurniawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

favicon Fakultas Kedokteran | Universitas Pelita Harapan | Lippo Karawaci, Tangerang, Indonesia, 15811