Pemanfaatan Kitosan Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Ion Ag+ dalam Pembuatan Lapisan Antibakteri pada Casing Handphone

Authors

  • Dr. Adolf J.N. Parhusip Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pelita Harapan
  • SMA Tarakanita Citra Raya, Tangerang
  • SMA Tarakanita Citra Raya, Tangerang
  • SMA Tarakanita Citra Raya, Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.19166/fastjst.v10i1.10886

Keywords:

Ag+ ion, antibakteri, difusi agar sumur, kitosan, Scylla serrata

Abstract

Casing handphone berfungsi melindungi handphone dari kotoran dan risiko kerusakan, namun juga berpotensi menjadi media pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus. Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan lapisan antibakteri pada casing handphone yang terdiri dari epoxy resin dengan kombinasi kitosan Scylla serrata dan ion Ag⁺ dari AgNO₃ sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kitosan Scylla serrata dan ion Ag⁺ dalam lapisan antibakteri serta menentukan rasio perbandingan terbaik dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi agar sumuran pada media Nutrient Agar. Larutan kitosan–AgNO₃ sebanyak 75 µL dengan rasio (C:Ag⁺) 0:1, 1:0, 1:1, 2:1, dan 1:2 diuji terhadap bakteri. Epoxy resin dengan etanol absolut 99,9% digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan amoksisilin 100 ppm sebagai kontrol positif. Zona hambat diukur dalam satuan milimeter dan dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, Oneway ANOVA, dan Games-Howell. Hasil menunjukkan bahwa rasio 0:1 dan 1:0 memiliki daya hambat tertinggi, sedangkan kombinasi kitosan–Ag⁺ paling efektif pada rasio 1:1.

References

[1] M. Gashaw, M. Abtew, and A. Addis, “Prevalence and antimicrobial susceptibility pattern of bacteria isolated from mobile phones of health care professionals working in Gondar town health centers,” Journal of Environmental and Public Health, vol. 2014, Art. no. 205074, 2014. doi: 10.1155/2014/205074.

[2] M. Potara, E. Jakab, A. Damert, O. Popescu, V. Canpean, and S. Astilean, “Synergistic antibacterial activity of chitosan–silver nanocomposites on Staphylococcus aureus,” Nanotechnology, vol. 22, no. 13, p. 135101, 2011. doi: 10.1088/0957-4484/22/13/135101.

[3] F. Nurainy, S. Rizal, and Y. Yudiantoro, “Pengaruh konsentrasi kitosan terhadap aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar (sumur),” Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian, vol. 13, no. 2, pp. 117–123, 2008.

[4] A. Rahman, I. Hardi, and A. Baharuddin, “Identifikasi bakteri Staphylococcus sp. pada handphone dan analisis praktik personal hygiene,” Window of Health, vol. 1, no. 1, pp. 40–47, 2018.

[5] M. U. E. Sanam, A. I. R. Detha, and N. K. Rohi, “Detection of antibacterial activity of lactic acid bacteria isolated from Sumba mare’s milk against Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, and Escherichia coli,” Journal of Advanced Veterinary and Animal Research, vol. 9, no. 1, p. 53, 2022. doi: 10.5455/javar.2022.i568.

[6] C. Wendakoon, P. Calderon, and D. Gagnon, “Evaluation of selected medicinal plants extracted in different ethanol concentrations for antibacterial activity against human pathogens,” Journal of Medicinally Active Plants, vol. 1, no. 2, pp. 60–68, 2012.

[7] C.-J. Yao, S.-J. Yang, M.-J. Shieh, and T.-H. Young, “Development of a chitosan–silver nanocomposite/β-1,3-glucan/hyaluronic acid composite as an antimicrobial system for wound healing,” Polymers, vol. 17, no. 3, p. 350, 2025. doi: 10.3390/polym17030350.

[8] J. Florencia, “Menilik manfaat ion perak dalam membunuh bakteri,” KlikDokter, 2017. [Online]. Available: https://www.klikdokter.com

[9] M. Ambari, “Kepiting dan rajungan: Enak rasanya, unggulan ekspor Indonesia, bagaimana keberlanjutannya?” Mongabay Indonesia, 2024. [Online]. Available: https://mongabay.co.id

[10] R. Riski and F. J. Sami, “Formulasi krim anti jerawat dari nanopartikel kitosan cangkang udang windu (Penaeus monodon),” Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar, vol. 3, no. 4, pp. 1–6, 2017.

[11] G. E. C. Alouw, Fatimawali, and J. S. Lebang, “Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan metode difusi sumuran,” Pharmacy Medical Journal, vol. 5, no. 1, pp. 36–45, 2022, doi: 10.35799/pmj.v5i1.41430

[12] N. B. A. Prasetya, Ngadiwiyana, Ismiyarto, and P. R. Sarjono, “Synthesis and study of antibacterial activity of polyeugenol,” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 509, no. 1, Art. no. 012101, 2019, doi: 10.1088/1757-899X/509/1/012101.

[13] A. W. Lestari, Z. Marlita, V. Sefiya, and I. A. Prasetyo, “Analysis of variance (ANOVA): Concept, steps, and its application in data analysis,” J. Sintesis, vol. 6, no. 1, 2025, doi: 10.56399/jst.v6i1.283.

[14] T. Sadiq, A. Arikan, T. Sanlidag, E. Guler, and K. Suer, “Big concern for public health: Microbial contamination of mobile phones,” Journal of Infection in Developing Countries, vol. 15, no. 6, pp. 798–804, 2021, doi: 10.3855/jidc.13708.

[15] S. S. M. Talabani and A. Taifor, “Simulation the effect of impact on the mobile cover using SolidWorks analysis,” ZANCO Journal of Pure and Applied Sciences, vol. 31, no. s3, 2019, doi: 10.21271/ZJPAS.31.s3.6.

Downloads

Published

2026-05-20

Issue

Section

Articles