RELIGIOSITAS DAN KETAKUTAN INDIVIDU MELAJANG DI KOTA SURABAYA
Kata Kunci:
4BDRS, FOBS, ketakutan melajang, lajang, religiositasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi religiositas dan ketakutan menjadi lajang. Adapun metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online dan juga analisa tambahan wawancara dengan dua narasumber yang memiliki nilai survei ketakutan menjadi lajang tertinggi dan terendah. Penelitian ini melibatkan 105 partisipan dengan kriteria inklusi, yaitu laki-laki atau perempuan, berstatus lajang atau pacaran, usia 30-40 tahun dan berdomisili di Surabaya. Penelitian ini menggunakan teori religiositas dari Saraglou (4BDRS) yang memiliki empat dimensi (believing, bonding, behaving, belonging) dan diukur dengan 12 item. Ketakutan menjadi lajang diukur menggunakan alat ukur FOBS dari Spielmann, yang terdiri dari enam item. Hasil penelitian ini tidak menunjukkan adanya korelasi antara religiositas dan ketakutan menjadi lajang. Adapun dari hasil analisa tambahan wawancara, didapatkan bahwa faktor religius yang mempengaruhi kedua narasumber lebih kepada orientasi religiositas secara intrinsik dan ekstrinsik. Analisis lanjutan mengenai dampak temuan ini terhadap kesejahteraan individu terlampir.
Referensi
Adamczyk, K. (2016). Voluntary and involuntary singlehood and young adults’ mental health: An Investigation of Mediating Role of Romantic Loneliness. Current Psychology, 36(4), 888–904. https://doi.org/10.1007/s12144-016-9478-3
Aditya, Y., Ariela, J., Martoyo, I., & Pramono, R. (2021a). Does Anger Toward God Moderate The Relationship Between Religiousness and Well-Being? Roczniki Psychologiczne, 23(4), 375–384. https://doi.org/10.18290/rpsych20234-4
Aditya, Y., Martoyo, I., Nurcahyo, F. A., Ariela, J., & Pramono, R. (2021b). Factorial Structure of The Four Basic Dimensions of Religiousness (4-BDRS) Among Muslim and Christian College Students in Indonesia. Cogent Psychology, 8(1). https://doi.org/10.1080/23311908.2021.1974680
Allport, G. W., & Ross, J. M. (1967). Personal religious orientation and prejudice. Journal of Personality & Social Psychology, 5(4), 432–443. https://doi.org/10.1037/0022-3514.5.4.432
Badan Pusat Statistik (2015). https://surabayakota.bps.go.id/indicator/12/148/1/presentase-penduduk-surabaya-menurut-jenis-kelamin-dan-status-perkawinan-2011-2015.html
Badan Pusat Statistik.(2021). Indonesia Jumlah Dan Distribusi Penduduk. Jakarta: BPS
Badan Pusat Statistik. (2023). https://jatim.bps.go.id/statictable/2023/07/25/3026/jumlah-pernikahan-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-timur-2020-2022.html
Himawan, K K. (2019). Either I Do or I Must: An Exploration of The Marriage Attitudes of Indonesian Singles. The Social Science Journal, 56(2), 220–227. https://doi.org/10.1016/j.soscij.2018.07.007
Himawan, K K. (2020a). “Singleness, Sex, and Spirituality: How Religion Affects the Experience of Being Single in Indonesia.” Mental Health, Religion & Culture 23(2): 204-215. https://doi:10.1080/13674676.2020.1767555.
Himawan, K. K. (2020b). Menikah Adalah Ibadah: Peran agama Dalam Mengkonstruksi Pengalaman melajang di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 9(2), 120.
https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.56548
Himawan, K. K., Bambling, M., & Edirippulige, S. (2018). What Does It Mean to be Single in Indonesia? Religiosity, Social Stigma, and Marital Status Among Never-Married Indonesian Adults. SAGE Open, 8(3), 215824401880313. https://doi.org/10.1177/2158244018803132
Himawan, K K., & Surijah, E. A. (2022). Shifting The Privilege of Marriage: Empowering Voluntary Agency of The Individual’s Marriage Decision in Indonesia. The Palgrave Handbook of Global Social Change, 1–31. https://doi.org/10.1007/978-3-030-87624-1_95-1
Lianda, T. C., & Himawan, K. K. (2022). A Source of Hope Whilst in Waiting: The Contributions of Religiosity to The Psychological Well-Being of Involuntarily Single Women. ANIMA Indonesian Psychological Journal, 37(2), 244–267. https://doi.org/10.24123/aipj.v37i2.5029
Marfuatunnisa, N., Difa, H. F., Oko, L. T., Ling, N. S., & Hananiah, R. (2023). Dinamika Wanita Dewasa Awal Yang Lajang Dalam Menyikapi Romantic Loneliness. Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah, 6(1), 29–58. https://doi.org/10.24815/s-jpu.v6i1.26415
Nanik, N., Surijah, E. A., Natalya, L., & Chrisyanti, M. (2022). Efek Mediasi Ketakutan Menjadi Lajang dalam Hubungan antara Stereotip Negatif dan Kesejahteraan Psikologi Perempuan Lajang. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 11(1), 1–19. https://doi.org/10.30996/persona.v11i1.5255
Oktawirawan, D. H. (2020). Stigma Terhadap Pemuda dengan Status Lajang (Studi Kualitatif). Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 22(1), 21. https://doi.org/10.26623/jdsb.v22i1.2064
Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (14th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Pew Research Center. (2019). The Global God Divide. https://www.pewresearch.org/global/2020/07/20/the-global-god-divide/
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037//0003-066x.55.1.68
Saroglou, V. (2011). Believing, Bonding, Behaving, and Belonging. Journal of Cross-Cultural Psychology, 42(8), 1320–1340. https://doi.org/10.1177/0022022111412267
Septiana, E., & Syafiq, M. (2013). Identitas “Lajang” (Single Identity) dan stigma: studi Fenomenologi Perempuan Lajang di Surabaya. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 4(1), 71. https://doi.org/10.26740/jptt.v4n1.p71-86
Spielmann, S. S., MacDonald, G., Joel, S., & Impett, E. A. (2015). Longing for Ex‐Partners Out of Fear of Being Single. Journal of Personality, 84(6), 799–808. https://doi.org/10.1111/jopy.12222
Spielmann, S. S., MacDonald, G., Maxwell, J. A., Joel, S., Peragine, D., Muise, A., & Impett, E. A. (2013). Settling For Less Out of Fear of Being Single. Journal of Personality and Social Psychology, 105(6), 1049–1073. https://doi.org/10.1037/a0034628
Statistik Pemuda Indonesia, 2021. (2021). Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/publication/2021/12/21/52333d2ce0a748fff6469811/statistik-pemuda-indonesia-2021.html
Sugiyono, P. D. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV.
Utomo, A. J. (2014). Marrying up? Trends in Age and Education Gaps Among Married Couples in Indonesia. Journal of Family Issues, 35(12), 1683–1706. https://doi.org/10.1177/0192513x14538023