ASESMEN DIAGNOSTIK KETERAMPILAN 4CS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS AWAL: STUDI ANALISIS KEBUTUHAN [DIAGNOSTIC ASSESSMENT OF 4CS SKILLS IN EARLY GRADE MATHEMATICS LEARNING: A NEEDS ANALYSIS STUDY]

Auteurs

  • Lathifah Safiinatun Najaah SMA Negeri 1 Wonogiri
  • Febrisha Arya Amelia
  • Putri Miftakhul Rahmani

DOI:

https://doi.org/10.19166/johme.v10i1.11138

Trefwoorden:

4Cs skills, diagnostic assessment, mathematics learning, early grade, keterampilan 4C, asesmen diagnostik, pembelajaran matematika, kelas awal

Samenvatting

21st century learning requires students to possess 4Cs skills (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) as essential competencies to face technological developments and the challenges of the Society 5.0 era. However, among students in the early grades of elementary school, these skills have not been optimally identified, making diagnostic assessment necessary to determine students’ learning needs from an early stage. This study aimed to analyze the needs of 4Cs skills among first-grade students at SDN Polokarto 01 based on diagnostic assessment. This study employed a qualitative descriptive method supported by quantitative data. The subjects of this study were 14 first-grade students of SDN Polokarto 01 in the 2024/2025 academic year. The data of this study were obtained from the results of diagnostic assessments of 4Cs skills (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) in Mathematics learning on the topic of numbers 11–20. The diagnostic assessment used written tests, oral tests, and self-assessment techniques. The data were analyzed based on the Miles and Huberman model, namely data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the students’ 4Cs skills in the aspect of critical thinking were in the sufficient category, creativity was in the low category, collaboration was in the sufficient category, and communication was in the very good category. These findings indicate that the 4Cs skills of early-grade students are still varied; therefore, diagnostic assessment is important to be used as a basis for designing learning that is appropriate to students’ needs and characteristics.

BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan 4Cs (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era society 5.0. Namun, pada peserta didik kelas awal sekolah dasar, keterampilan tersebut belum dapat terpetakan secara optimal, sehingga diperlukan asesmen diagnostik untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan keterampilan 4Cs pada peserta didik kelas 1 SDN Polokarto 01 berdasarkan asesmen diagnostik. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dan didukung oleh data kuantitatif. Subyek penelitian ini, yaitu 14 peserta didik kelas 1 SDN Polokarto 01 tahun ajaran 2024/2025. Data dari penelitian ini adalah hasil asesmen diagnostik 4Cs skills (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication) pada mata pelajaran Matematika materi bilangan 11-20. Asesmen diagnostik ini menggunakan teknik tes tertulis, tes lisan, dan penilaian diri. Data dianalisis berdasarkan model Miles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keterampilan 4Cs peserta didik kelas 1 pada aspek critical thinking berada pada kategori cukup, aspek creativity berada pada kategori kurang, aspek collaboration berada pada kategori cukup, serta aspek communication berada pada kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan 4Cs peserta didik kelas awal masih bervariasi sehingga asesmen diagnostik penting digunakan sebagai dasar perancangan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Referenties

Aini, Q., & Basith, A. (2024). Teknik dan bentuk evaluasi pembelajaran kurikulum merdeka. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(1), 69–74. Retrieved from https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/23989

Alfiyah, A. H., & Ekohariadi, E. (2020). Pengaruh keterampilan berpikir kritis terhadap problem solving siswa berbantu media pembelajaran. IT-Edu: Jurnal Information Technology and Education, 5(2), 234–246. https://doi.org/10.26740/it-edu.v5i2.37482

Ariani, Winda A., & Sari, W. K. (2019). Analisis tingkat keterampilan komunikasi siswa di SMA Plus Negeri 7 kota Bengkulu. Jurnal Psikodidaktika, 4(1), 20-26. https://doi.org/10.32663/psikodidaktika.v4i1.732

Arifin, Z. (2012). Evaluasi pembelajaran. Jakarta Pusat, Indonesia: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama RI.

Ariyanto, A., Andika, K. A., Laini, L. I., Nugrahani, N. S., & Dewi, D. N. V. (2023). Peran guru dalam pembelajaran literasi di masa transisi PAUD-SD. Jurnal Mitra Swara Ganesha, 10(2), 55–65. Retrieved from https://ejournal.utp.ac.id/index.php/JMSG/article/view/2903

Ayuni, M. D., Dwijayanti, I., Roshayanti, F., & Handayaningsih, S. (2023). Analisis karakteristik peserta didik melalui asesmen diagnostik (Studi kasus: Kelas 6 SDN Pandean Lamper 04). INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(2), 3961–3976. Retrieved from https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/788

Azwar, S. (2012). Tes prestasi-fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Pelajar.

Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. USA: Measured Reasons LLC.

Harun, S. (2021). Pembelajaran di era 5.0. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 265–276. Retrieved from https://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/PSNPD/article/view/1074

Ilmawan, D. (2024). Implementasi kurikulum merdeka: Pemaknaan merdeka dalam perencanaan pembelajaran di sekolah dasar. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(3), 820–828. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10546

Lubis, D. C., Annisa, F., Purba, H. M., Siregar, N. E., & Hasibuan, S. (2023). Efektivitas budaya literasi dalam meningkatkan keterampilan 4C siswa UPT SD Negeri 060871 Medan. Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(1), 124–132. https://doi.org/10.59061/guruku.v2i1.572

M., E. Z. N., & Rahmat. (2022). Profil keterampilan kerjasama peserta didik dalam pembelajaran PPKn SMP. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1396–1407. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.2064

Mardiah, M., Hamdani, H., & Kresnadi, H. (2022). Peningkatan keterampilan membaca permulaan menggunakan media kartu pada siswa kelas 1 SDN 23 Sungai Ambawang. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6), 11536–11544. Retrieved from https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/10288

Marinda, Leny. (2020). Teori perkembangan kognitif jean piaget dan problematikanya pada anak usia sekolah dasar. An-Nisa’: Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman, 13(1), 116-152. https://doi.org/10.35719/annisa.v13i1.26

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publication.

Najaah, L. S., Sunarno, W., & Sukarmin. (2020). Analysis of students’ critical thinking skills on chapter of motion of objects and living things. Journal of Physics: Conference Series, 1511, 1-6. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1511/1/012104

Noptario, N., Rizki, N., Nur’aini, N. A., & Ningrum, E. C. (2024). Peran guru dalam kurikulum merdeka: Upaya penguatan keterampilan abad 21 siswa di sekolah dasar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 656–663. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i2.813

Nugroho, D., Wirawan, W., Febriantania, P., & Ridaningsih, I. (2023). A systematic literature review: Implementasi asesmen diagnostik pada kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 50–61. https://doi.org/10.37286/ojs.v9i2.197

Nurhasanah, A., Acesta, A., & Simbolon, M. E. (2023). Analisis kebutuhan pengembangan asesmen diagnostik non kognitif jenjang sekolah dasar. Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(2), 46–54. https://doi.org/10.25134/pedagogi.v10i2.8851

Nurjanah, S. A. (2019). Analisis kompetensi abad-21 dalam bidang komunikasi. Gunahumas Jurnal Kehumasan Universitas Pendidikan Indonesia, 2(2), 394–400. Retrieved from https://ejournal.upi.edu/index.php/gunahumas/article/view/23027

Rofi’ah, S. & Rokhmaniyah. (2024). Analisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah pada mata pelajaran IPAS kelas V Sekolah Dasar. SHEs: Conference Series, 7(3), 1763-1770. https://doi.org/10.20961/shes.v7i3.92274

Rosiyani, A. I., Salamah, A., Lestari, C. A., & Anggraini, S. (2024). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 10–20. https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.271

Rosnaeni, R. (2021). Karakteristik dan asesmen pembelajaran abad 21. Jurnal Basicedu, 5(5), 4341–4350. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1548

Sari, E. Y. P., Ramadhani, N., Mutiah, P., & Inayati, N. L. (2024). Analisis efektivitas model asesmen pada kurikulum PAI abad 21. Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 5(1), 285–293. https://doi.org/10.31943/counselia.v5i1.141

Sartika, L. D., & Denafri, B. (2024). Dongeng dan seni peran untuk menumbuhkan kemampuan 4C bagi siswa SD Negeri 2 Beringkit Belayu. Education & Learning, 4(2), 81–86. https://doi.org/10.57251/el.v4i2.1565

Shatri, Z. G. (2020). Advantages and disadvantages of using information technology in learning process of students. Journal of Turkish Science Education, 17(3), 420–428. https://doi.org/10.36681/tused.2020.36

Shaughnessy, M. F. (1998). An interview with E. Paul Torrance about creativity. Educational Psychology Review, 10(4), 441–452. https://doi.org/10.1023/a:1022849603713

Snape, P., & Turnbull, W. F. (2011). Twenty-first century learning and technology education nexus. Problems of Education in the 21st Century, 34, 149-161. https://doi.org/10.33225/pec/11.34.149

Sufajar, D., & Qosyim, A. (2022). Analisis keterampilan kolaborasi siswa SMP pada pembelajaran IPA di masa pandemi covid-19. PENSA: E-Jurnal Pendidikan Sains, 10(2), 253–259. https://doi.org/10.26740/pensa.v10i2.45054

Sulastri, E., Supeno, & Sulistryowati, L. (2022). Implementasi model problem-based learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5883-5890. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3400

Syahroni, S., Elindra, R., & Ardiana N. (2021). Analisis kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal matematika kelas X TKJ SMK Swasta Harapan. Jurnal MathEdu (Mathematics Education Journal), 4(3), 348-355. https://doi.org/10.37081/mathedu.v4i3.2552

The Partnership for 21st Century Learning. (2015). P21 framework definitions. Retrieved from http://www.p21.org/storage/documents/docs/P21_Framework_Definitions_New_Logo_2015.

Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. San Francisco: Jossey-Bass.

Wahyuddin, Ernawati, Satriani, S., & Nursakinah. (2022). The application of collaborative learning model to improve student's 4Cs skills. Anatolian Journal of Education, 7(1), 93-102. https://doi.org/10.29333/aje.2022.718a

Widodo, S., & Wardani, R. K. (2020). Mengajarkan keterampilan abad 21 4C di sekolah dasar. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 7(2), 185–197. https://doi.org/10.69896/modeling.v7i2.665

Yani, D., Muhanal, S., & Mashfufah, A. (2023). Implementasi asesmen diagnostik untuk menentukan profil gaya belajar siswa dalam pembelajaran diferensiasi di sekolah dasar. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan, 1(3), 241–250. https://doi.org/10.46306/jurinotep.v1i3.27

##submission.downloads##

Gepubliceerd

2026-06-10

Citeerhulp

Najaah, L. S., Amelia, F. A., & Rahmani, P. M. (2026). ASESMEN DIAGNOSTIK KETERAMPILAN 4CS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS AWAL: STUDI ANALISIS KEBUTUHAN [DIAGNOSTIC ASSESSMENT OF 4CS SKILLS IN EARLY GRADE MATHEMATICS LEARNING: A NEEDS ANALYSIS STUDY]. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 10(1), 73–88. https://doi.org/10.19166/johme.v10i1.11138

Nummer

Sectie

Research in Mathematics Education