Dialektika Deep Ecology dan Perspektif Kekristenan dalam Rekonstruksi Bioetika Lingkungan Kristen
DOI:
https://doi.org/10.19166/dil.v8i2.10950Kata Kunci:
deep ecology, Christian bioethics, environmental ethics, Imago Dei, pastoral, pedagogical, ecology, bioregionalism, ecological crisisAbstrak
Krisis ekologi kontemporer mengungkap keretakan mendalam dalam hubungan antara umat manusia dan dunia alam, yang sebagian besar berakar pada paradigma antroposentris yang meminggirkan keadilan ekologis. Sementara beberapa tanggapan teologis tetap terbatas dalam kerangka antroposentris ini yang sering kali selaras dengan "ekologi dangkal," ekologi mendalam Arne Naess menawarkan kritik radikal dengan menegaskan nilai intrinsik semua makhluk hidup dan mempromosikan egalitarianisme biosfer. Namun, egalitarianisme ontologisnya, jika diterapkan tanpa kritik, berisiko menghasilkan kecenderungan misantropis, reduksionisme sosial, dan pengabaian kekhasan manusia.
Studi ini menggunakan pendekatan literatur kualitatif dengan menggunakan analisis hermeneutika kritis dan dialektika teologis-filosofis untuk meneliti ekologi mendalam dalam dialog dengan teologi Kristen. Penelitian ini berpendapat bahwa ekologi mendalam dapat disempurnakan secara konstruktif dalam kerangka Kristen melalui rekonstruksi bioetika Kristen lingkungan. Bioetika yang direkonstruksi ini menegaskan nilai intrinsik seluruh ciptaan sambil mempertahankan perbedaan ontologis antara Tuhan, umat manusia, dan alam yang berlandaskan doktrin imago Dei.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa model bioetika lingkungan Kristen yang relasional, teosentris, dan bertanggung jawab memberikan paradigma ekologis yang lebih seimbang—paradigma yang menghindari antroposentrisme dan antihumanisme. Kerangka kerja ini diartikulasikan secara konkret melalui praktik pastoral dan pedagogis, yang mencakup keadilan gender, tanggung jawab sosial, dan kontekstualisasi bioregional. Studi ini memberikan respons teologis sistematis terhadap degradasi ekologis dan menawarkan landasan normatif bagi keterlibatan gereja dalam mengatasi krisis ekologis global.
Referensi
Abakare, Chris O. “A Critique of Deep Ecology.” Indonesian Journal of Social and Educational Studies 2, no. 1 (August 2021): 98-116. https://doi.org/10.26858/ijses.v2i1.22921.
Ayunis, Dicky Rustam, and Leila Muhelni. “Pemanfaatan Limbah Plastik menjadi Barang Bernilai Guna untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.” Jurnal Hilirisasi IPTEKS 7, no. 1 (March 2024): 140–49. https://pdfs.semanticscholar.org/75a0/e2954d6df72f4d9a538ac431cdd2649f53c2.pdf.
Bookchin, Murray. "Social Ecology versus Deep Ecology: A Challenge for the Ecology Movement." Green Perspectives: Newsletter of the Green Program Project, nos. 4-5 (Summer 1987). https://theanarchistlibrary.org/library/murray-bookchin-social-ecology-versus-deep-ecology-a-challenge-for-the-ecology-movement.
Bradford, George (David Watson). How Deep Is Deep Ecology? Columbia, MO: Times Change Press, 1989. https://theanarchistlibrary.org/library/george-bradford-how-deep-is-deep-ecology.
Deane-Drummond, Celia. Eco-Theology. London: Darton, Longman and Todd Ltd, 2008.
Drengson, Alan, and Yuichi Inoue, eds. The Deep Ecology Movement: An Introductory Anthology. Berkeley, CA: North Atlantic Books, 1995.
Gaard, Greta C., ed. Ecofeminism: Women, Animals, Nature. Philadelphia, PA: Temple University Press, 1993.
Hermawan, Wawan, Fajrin Suci Madyasti, Hikmat Kasmara, Desak Made Malini, Melanie, and Mia Miranti. “Pemanfaatan Limbah Buah dan Sayur sebagai Ecoenzyme Alternatif Pestisida Sintetik di Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.” Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat 12, no. 1 (March 2023): 71-76. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v11i2.36174.
Hidayat, Ali Fikri, and Busro Karim. "Tinjauan Fiqih Bi’ah terhadap Penggunaan Pukat Harimau oleh Nelayan di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang." KAFFA: Journal of Sharia Economic and Business Law 2, no.2 (June 2023). https://journal.trunojoyo.ac.id/kaffa/article/view/27288.
Kurniawan, Naufal, Sindi Kania, Widya Indah Sari and Yeni Oktavia. "Ecotheology in Review of Theory of Deep Ecology Arne Næss. " International Journal of Education, Vocational and Social Science 2, no. 1 (January 2023): 24-42. https://e-journal.citakonsultindo.or.id/index.php/IJEVSS/article/view/132.
McFague, Sallie. The Body of God: An Ecological Theology. Minneapolis, MN: Fortress Press, 1993.
Muslih, Ali Muhammad, Muhammad Alsy Perdana, Ulfa Hansri Ar Rasydi, Ashabul Anhar, Anna Farida, Ida Rosita, and Maryam Jamilah et al. “Upaya Konservasi Gajah bersama Masyarakat sekitar Kawasan Hutan di Kabupaten Bener Meriah.” Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan 2, no. 2 (November 2023): 166-175. https://doi.org/10.23960/rdj.v2i2.8297.
Næss, Arne. Ecology, Community and Lifestyle: Outline of an Ecosophy. Edited and translated by David Rothenberg. Cambridge, UK: Cambridge University Press, 2001.
Næss, Arne. The Ecology of Wisdom: Writings by Arne Næss. Edited by Alan Drengson and Bill Devall. Berkeley, CA: Counterpoint, 2008.
Ohoiwutun, Barnabas. “Kedudukan dan Peran Manusia dalam Alam: Tanggapan atas Kritik Al Gore terhadap Arne Næss.” Jurnal Ledalero 20, no. 1 (Juni 2021): 67-81. https://ejurnal.iftkledalero.ac.id/index.php/JLe/article/view/214.
Pasaribu, Jabes, Elia Tambunan, Candra Gunawan Marisi, Ardianto Lahagu, and Didimus Sutanto B. Prasetya. “Lingkungan dan Iman: Edukasi Deep Ecology dalam Perspektif Ekoteologi di GBI My Home Tanjung Uban.” JOSEP: Journal of Society Empowerment Publications 2, no. 1 (May 2025): 35-47. https://doi.org/10.69668/josep.v2i1.77.
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia. “Membangun Kesadaran dan Partisipasi Perempuan Gereja dalam Gerakan Ekofeminisme.” Last modified September 12, 2025. https://pgi.or.id/news/warta-pgi/membangun-kesadaran-dan-partisipasi-perempuan-gereja-dalam-gerakan-ekofeminisme-125.
Sapta, Wibowo Ady, and Selfi Octaviani Lestari. “Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Petani dalam Penggunaan Pestisida di Desa Liman Benawi Kecamatan Trimurjo.” Jurnal Kesehatan Tambusai 4, no. 3 (September 2023): 2761–68. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.17637.
Silitonga, Roedy, and Yosia Belo. “Imago Dei as the Foundation of Christian Ethics in Addressing the Ecological Crisis in Indonesia.” Verbum et Ecclesia 46, no. 1 (October 2025): 1-6. https://doi.org/10.4102/ve.v46i1.3604.
Singgih, Emanuel Gerrit. Pengantar Teologi Ekologi. Edited by Erdian. Yogyakarta, Indonesia: PT Kanisius, 2021.
Sinurat, Asri, Nurbaity Situmorang, Putri Windah Sinaga, Naomi Aprisa, and Ahmad Shafwan S. Pulungan. "Evaluasi Bioetika Privasi Data dan Integritas Ilmiah Serta Biosecurity di Laboratorium Kota Medan." Jurnal Pendidikan Kreativitas Pembelajaran 6, no. 3 (July 2024): 152-157. https://journalversa.com/s/index.php/jpkp/article/view/2875
Sulaeman, Ade. “Status Hutan Indonesia 2025: Deforestasi Melonjak 66%, Sumatra Barat Terparah." National Geographic Indonesia. Last modified April 2, 2026. https://nationalgeographic.grid.id/read/134367509/status-hutan-indonesia-2025-deforestasi-melonjak-66-sumatra-barat-terparah.
Tamimi, Moh. “Sefnat Sailana, Tokoh Agama Peduli dan Penjaga Lingkungan Hidup dari Alor.” Mongabay Indonesia, December 8, 2023. https://mongabay.co.id/2023/12/08/sefnat-sailana-tokoh-agama-peduli-dan-penjaga-lingkungan-hidup-dari-alor/.
Theokritoff, Elizabeth. “Green Patriarch, Green Patristics: Reclaiming the Deep Ecology of Christian Tradition.” Religions 8, no. 7 (June 2017): 1-19. https://doi.org/10.3390/rel8070116.
Tuerah, Freedy S. “Profil Pendeta Rasely Sinampe, Tokoh Agama Peraih Kalpataru dari Toraja Utara.” Tribun Makassar, October 20, 2022. https://makassar.tribunnews.com/2022/10/20/profil-pendeta-rasely-sinampe-tokoh-agama-peraih-kalpataru-dari-toraja-utara.
Zahran, Muhammad. “Deforestasi Melonjak: Seberapa Parah Kondisi Hutan Indonesia?” CNBC Indonesia. Last modified December 4, 2025. https://www.cnbcindonesia.com/research/20251204135717-128-691087/deforestasi-melonjak-seberapa-parah-kondisi-hutan-indonesia
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Timotius Adrian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website). The final published PDF should be used and bibliographic details that credit the publication in this journal should be included







