Analisis Kelayakan Taman Jalur Hijau Kosambi untuk Kota Berkelanjutan

Συγγραφείς

DOI:

https://doi.org/10.37312/jsdis.v7i1.9957

Λέξεις-κλειδιά:

Ruang Terbuka Hijau, Kota Berkelanjutan, Aksesibilitas, Fungsi Sosial

Περίληψη

Pesatnya perkembangan wilayah perkotaan sering kali tidak diimbangi dengan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai. Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup dan berkurangnya ruang interaksi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan Taman Jalur Hijau Kosambi sebagai bagian dari sistem ruang terbuka hijau yang mendukung pengembangan kota berkelanjutan di Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan lima dimensi fungsi RTH, yaitu sosial, ekonomi, ekologis, estetika, dan adaptasi terhadap perubahan iklim, yang mengacu pada standar Green Flag Award dan pedoman UN-Habitat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman memiliki potensi ekologis dan sosial, namun belum sepenuhnya memenuhi kriteria ruang terbuka hijau berkelanjutan karena keterbatasan aksesibilitas, fasilitas inklusif, pengelolaan limbah, serta pemeliharaan jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan akses, perbaikan fasilitas, serta penguatan tata kelola yang partisipatif untuk mewujudkan RTH yang layak dan berkelanjutan.

Αναφορές

Calvert, T., Sinnett, D., Smith, N., Jerome, G., Burgess, S., & King, L. (2018). Setting the Standard for Green Infrastructure: The Need for, and Features of, a Benchmark in England. In Planning Practice and Research (Vol. 33, Issue 5). https://doi.org/10.1080/02697459.2018.1531580

Dempsey, N., & Burton, M. (2012). Defining place-keeping: The long-term management of public spaces. Urban Forestry and Urban Greening, 11(1). https://doi.org/10.1016/j.ufug.2011.09.005

Ellicott, K. (2016). Raising the Standard: Green Flag Award Guidelines.

Faragallah, R. N. (2018). The impact of productive open spaces on urban sustainability: The case of El Mansheya Square – Alexandria. Alexandria Engineering Journal, 57(4). https://doi.org/10.1016/j.aej.2018.02.008

Gehl, J. (1987). Life between the buildings : using public space. Life between the Buildings : Using Public Space.

Kaźmierczak, A. (2013). The contribution of local parks to neighbourhood social ties. Landscape and Urban Planning, 109(1). https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2012.05.007

Mishra, H. S., Bell, S., Vassiljev, P., Kuhlmann, F., Niin, G., & Grellier, J. (2020). The development of a tool for assessing the environmental qualities of urban blue spaces. In Urban Forestry and Urban Greening (Vol. 49). https://doi.org/10.1016/j.ufug.2019.126575

Radford, K. G., & James, P. (2013). Changes in the value of ecosystem services along a rural-urban gradient: A case study of Greater Manchester, UK. Landscape and Urban Planning, 109(1). https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2012.10.007

UN-Habitat. (2010). Planning Sustainable Cities: UN-Habitat Practices and Perspectives. Planning Sustainable Cities.

Verdú-Vázquez, A., Fernández-Pablos, E., Lozano-Diez, R. V., & López-Zaldívar, Ó. (2017). Development of a methodology for the characterization of urban and periurban green spaces in the context of supra-municipal sustainability strategies. Land Use Policy, 69. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2017.08.040

Williams, K., & Green, S. (2001). Literature Review of Public Space and Local Environments for the Cross Cutting Review.

Λήψεις

Δημοσιευμένα

2026-02-19