PENGUATAN PERAN AKTIF MASYARAKAT BERBASIS BUDAYA UNTUK MEWUJUDKAN DESA SEHAT DAN BAHAGIA

Authors

  • Herawati Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat
  • Ifa Hafifah Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat
  • Firda Apriyanti Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat
  • Yohana Agustina Sitanggang Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.19166/jspc.v10i1.10504

Keywords:

Budaya banjar, Desa sehat, Partisipasi masyarakat

Abstract

Tantangan yang dihadapi di wilayah masyarakat Banjar antara lain ketimpangan akses layanan kesehatan, kurangnya edukasi kesehatan berbasis budaya, serta perubahan gaya hidup. Di tengah tantangan tersebut, pendekatan partisipatif berbasis kearifan lokal suku Banjar menjadi sangat relevan untuk dikembangkan demi terwujudnya Desa Sehat dan Bahagia. Hasil kajian di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur diketahui rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan dan imunisasi, tingginya angka hipertensi, stunting, dan warga yang merokok. Oleh karena itu penting dilakukan pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam program kesehatan melalui pendekatan berbasis budaya lokal suku Banjar. Metode pelaksanaan berupa asuhan keperawatan komunitas di Desa Antasan Senor, yang dilaksanakan dari tanggal 5 Agustus sampai 7 September 2024. Kegiatan pengabdian berupa pelaksanaan berbagai program, yakni: 1). Program KOPI DAN SUKUN (Kontrol Hipertensi dengan Seduhan Kunyit), merupakan upaya promotif dan preventif berbasis edukasi dengan memanfaatkan bahan herbal lokal. 2). Program MATA PANCING (Makanan Tambahan Pencegah Stunting), pendekatan edukatif dan demonstratif kepada masyarakat serta kader posyandu. 3). Program MARKISA HAMBAR (Mari Periksa Kesehatan Bersama) untuk meningkatkan kesadaran dan akses pemeriksaan kesehatan bagi kelompok dewasa dan lansia. 4). Program BUAT SENSASI (Buah Hati Sehat dengan Imunisasi), ditujukan bagi ibu yang memiliki bayi/balita, ibu muda, dan calon ibu. 5). Program BERKOKOK (Bersama Kurangi Rokok), ditujukan bagi kelompok laki-laki dewasa di desa.

References

Ailani, C., & Maliya, A. (2024). Pemberian Seduhan Ekstrak Kunyit terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Journal of Telenursing (JOTING), 6 (1), 173-181.

Depkes RI. (2009). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Depertemen Republik Indonesia.

Depkes RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Depertemen Republik Indonesia.

Herawati, A. T. (2021). Pengetahuan tentang Penanganan Penyakit Hipertensi pada Penderita Hipertensi. JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 10 (2), 159-165.

Kamarudin AP, Amna A. (2020). Penanganan Stunting Dengan Pemilihan Pangan Berbasis Pangan Lokal di SD 2 Kebayakan. Batara Wisnu;3 (1):154165.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Mengenal Penyakit Hipertensi.

Ladiana, C., Prihatiningsih, D., & Setiawati, E. M. (2022). Hubungan Budaya Makan Masyarakat Pesisir dengan Kejadian Hipertensi di UPT Puskesmas Ngambur Kabupaten Pesisir Barat. Doctoral dissertation, Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Mondigir, S., Rumampuk, V., & Oroh, C. (2022). Perilaku Merokok dan Kejadian Hipertensi di Desa Noongan, Kabupaten Minahasa. Lasalle Health Journal, 1(1), 15-22.

Oktorina, R., Rahmiwati, C. A., Sholeha, I. D., Wulandari, H., & Krismon, J. (2020). Pendidikan Kesehatan Terapi Pengganti Nikotin dengan Mengunyah Permen Karet Xylitol Sebagai Upaya Mengurangi Kebiasaan Merokok di SMK N 1 Kota Bukittinggi Tahun 2020. Empowering Society Journal, 1 (2), 97-104.

Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9 (1), 225-229.

Syahrul Hidayat (2022) Ulasan Artikel: Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) dari Berbagai Jenis Vaksin Covid-19 yang Beredar di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. Vol. 7 No. 4 .

Downloads

Published

2026-05-24

Issue

Section

Articles