MODEL KEPERAWATAN KOMUNITAS UNTUK PEREMPUAN DESA DALAM EKONOMI SIRKULAR GALUH

Authors

  • Bernadetta Germia Aridamayanti Universitas Lambung Mangkurat
  • Maulidya Septiany Universitas Lambung Mangkurat
  • Ihya Hazairin Noor Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.19166/jspc.v9i3.10477

Keywords:

GALUH Women’s School, Health Care System Model, Rural Entrepreneurship Literacy, Ecological Economic Transformation, Women Facilitator Cadres

Abstract

Program Sekolah Perempuan GALUH merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Antasan Senor Ilir, Kabupaten Banjar, sebagai upaya penguatan kapasitas perempuan desa dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi rendahnya pengetahuan terkait kesetaraan gender, keterampilan kewirausahaan, serta pemanfaatan potensi lokal berupa limbah kayu dan sekam yang belum bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi kewirausahaan, memperkuat peran perempuan dalam pembangunan komunitas, serta mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular berbasis keperawatan komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan landasan Health Care System Model Betty Neuman melalui 16 kali pertemuan yang mencakup teori (kesetaraan gender, kewirausahaan dasar, pengelolaan limbah, manajemen keuangan, dan pemasaran digital) serta praktik (pembuatan pupuk organik, kerajinan limbah, dan promosi digital). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 41%, dengan capaian tertinggi pada aspek pemasaran digital (+45%). Produk uji coba berupa pupuk organik dan kerajinan berbasis limbah berhasil dihasilkan, serta terbentuk empat kader perempuan sebagai fasilitator lokal. Program ini terbukti efektif memperkuat kapasitas sosial, ekonomi, dan ekologis perempuan desa, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs 1, 4, 5, 8, 12, 13 serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

The GALUH Women’s School program represents a form of community service implemented in Antasan Senor Ilir Village, Banjar Regency, aimed at strengthening the capacity of rural women in addressing social, economic, and environmental challenges. The main issues identified include low knowledge of gender equality, limited entrepreneurial skills, and underutilization of local resources such as wood waste and rice husks that hold potential economic value. The objectives of this activity are to enhance entrepreneurial literacy, strengthen women’s roles in community development, and promote the application of circular economy principles grounded in community nursing practice. The method employed was a participatory approach based on Betty Neuman’s Health Care System Model, conducted over 16 sessions comprising both theoretical (gender equality, basic entrepreneurship, waste management, financial management, and digital marketing) and practical components (organic fertilizer production, waste-based crafts, and digital promotion). The results indicated an average increase of 41% in participants’ knowledge, with the highest improvement observed in digital marketing (+45%). Pilot products, including organic fertilizers and waste-based crafts, were successfully developed, and four women facilitators were trained as local cadres. This program has proven effective in enhancing the social, economic, and ecological capacities of rural women while contributing to the achievement of SDGs 1, 4, 5, 8, 12, and 13, and supporting the vision of Golden Indonesia 2045.

References

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar. (2024). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banjar 2024.

Fatimah, H., Rosadi, D., Rahman, F., Rahmi, S., Fatimah, H., Syarif, M., & Putri, M. N. (2022). Home (House of Young Mother) Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Calon Ibu Muda. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(3), 1303. https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i3.10512

Gonzalo, A. (2024). Betty Neuman: Neuman Systems Model. Nurseslabs.

Halizah, L. R., & Faralita, E. (2023). Budaya Patriarki dan Kesetaraan Gender. Wasaka Hukum, 11(1), 19–32. https://www.ojs.stihsa-bjm.ac.id/index.php/wasaka/article/view/84

Noor, M. S., Husaini, Puteri, A. O., Rosadi, D., Anhar, V. Y., Laily, N., Yulidasari, F., Sari, A. R., Rahman, F., Setiawan, M. I., Anggraini, L., Hadianor, & Fatimah, H. (2022). Panduan Kesehatan Pada Reproduksi Remaja. In Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) (Vol. 4, Issue 1).

Pemil, A. (2020). Pasar Papan, Sentral Penjualan dan Pengrajin Kayu Turun Temurun. Habar Kalimantan.

Sakina, A. I., & A., D. H. S. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki Di Indonesia. Social Work Journal, 7(1), 71–80.

Salasiah. (2014). Peranan Perempuan Banjar dalam Pendidikan Islam Abad XIX dan XX. IAIN ANTASARI PRESS.

Swari, P. R. (2023). Budaya Patriarki dan Tantangan Dalam Kebebasan Berekpresi (Analisis Menggunakan Teori Konflik Ralf Dahrendorf). Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), 213–218.

Syahady, R. Al. (2022). Peran Sekolah Perempuan Dalam Peningkatan Kualitas Sdm Perempuan Di Desa Dungus Kecamatan Cerme Kab. Gresik. JISP (Jurnal Inovasi Sektor Publik), 2(3), 60–69.

Downloads

Published

2025-12-22

Issue

Section

Articles