DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA: TANTANGAN DARI UNDANG-UNDANG PENGURANGAN INSENTIF AS DAN DOMINASI NIKEL OLEH CHINA
DOI:
https://doi.org/10.19166/verity.v17i33.9666Kata Kunci:
United States, Indonesia, Incentive Reduction Act, Nickel, Free Trade AgreementAbstrak
Pengecualian Indonesia dari daftar penerima insentif hijau dalam kerangka Inflation Reduction Act (IRA) yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat merupakan isu signifikan dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mendasari pengecualian tersebut serta mengusulkan solusi yang tepat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-eksplanatif, dengan menggabungkan analisis data dari berbagai sumber daring yang relevan. Melalui kombinasi antara analisis data dan temuan hasil wawancara, penelitian ini berupaya mengungkap alasan utama di balik kebijakan Amerika Serikat, yang kemungkinan mencakup pertimbangan lingkungan, politik, maupun ekonomi. Salah satu solusi yang diusulkan adalah perumusan Free Trade Agreement (FTA) atau Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Amerika Serikat. FTA ini dapat membentuk kerangka kerja yang mendukung akses terhadap insentif hijau sekaligus membuka peluang kerja sama bilateral yang lebih luas. Lebih lanjut, pembentukan FTA juga berpotensi untuk mengatasi tantangan domestik di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan dominasi China dalam industri nikel nasional. Dengan mengintegrasikan sektor nikel Indonesia ke dalam pasar global, FTA dapat menjadi jalur strategis untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Dengan demikian, perundingan FTA diharapkan tidak hanya mampu meredakan ketegangan bilateral dengan Amerika Serikat, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi dan perdagangan domestik yang lebih luas di Indonesia.
Referensi
Baraputri, V. (2023). Nikel Indonesia: Limbah Tambang Mengancam Lingkungan di Sulawesi Tenggara - “Yang Kamu Rusak Adalah Masa depannya” - BBC news Indonesia. BBC News. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c870n03351xo
CNN. (2022, November 1). Wajar Ramai Tka China di industri nikel, Wong investasi Dari Mereka. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20221101065101-92- 867816/wajar-ramai-tka-china-di-industri-nikel-wong-investasi-dari-mereka
Desk, N. (2023, August 19). Indonesia, EU trade barbs over biodiesel import duties. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/business/2023/08/19/indonesia-eu-trade- barbs-over-biodiesel-import-duties.html
DOE, U. (2022, August). The inflation reduction act drives significant ... - department of energy. https://www.energy.gov/sites/default/files/2022- 08/8.18%20InflationReductionAct_Factsheet_Final.pdf
House, W. (2023, September 21). Inflation reduction act guidebook. The White House. https://www.whitehouse.gov/cleanenergy/inflation-reduction-act-guidebook/
Karyza, D. (2023, February 10). Nickel still crucial for EV batteries: Industry players. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/paper/2023/02/10/nickel-still-crucial-for- ev-batteries-industry-players.html
Kumar, A., Mehta, N., Badlam, J., Silvis, J., & Cox, J. (2022, October 24). The inflation reduction act: Here’s what’s in it. McKinsey & Company. https://www.mckinsey.com/industries/public-sector/our-insights/the-inflation-reduction- act-heres-whats-in-it#
Laksono, F. A., Permanajati, I., & Mualim, R. (2020). Analisis kualitas air di Lahan Reklamasi pertambangan Nikel Desa Mohoni, Petasia Timur, Morowali Utara. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 6(1), 96–104. https://doi.org/10.29303/jstl.v6i1.142
Listiyadi, I. (2018). Developing strategy to improve market access: Indonesia-US FTA. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 1(1), 48–67. https://doi.org/10.30908/bilp.v1i1.293
Nga. (2023). Inflation reduction act: Infrastructure implementation resources. National Governors Association. https://www.nga.org/ira-resources/
Nugroho, A. S. (2022). Pembatasan sebagai solusi pelarangan ekspor bahan baku nikel: studi kasus ekspor bahan baku nikel indonesia. Jurnal Perspektif Bea Dan Cukai.
Nurbaiti, Boedoyo, S., & Yusgiantoro, P. (2022). Pengelolaan nikel indonesia terhadap pertahanan negara dan ketahanan energi. Universitas
Pertahanan Republik Indonesia.
Prasetiyo, P. (2017). Tidak Sederhana Mewujudkan Industri pengolahan nikel laterit Kadar Rendah di Indonesia Sehubungan Dengan Undang-Undang Minerba 2009. Jurnal Teknologi Mineral Dan Batubara, 12(3), 195–207. https://doi.org/10.30556/jtmb.vol12.no3.2016.139
Putri, A. S. (2020, June 22). Keadaan Flora Dan Fauna Indonesia halaman all. KOMPAS.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/22/140000569/keadaan-flora-dan-fauna- indonesia?page=all
Radhica, D., & Wibisana, R. (2023). Proteksionisme Nikel Indonesia dalam Perdagangan Dunia. Journal of Trade Development and Studies.
Ranggasari, R. (2023, July 14). US Geological Survey: Indonesia is world biggest nickel producer with 21mn mt reserves. Tempo. https://en.tempo.co/read/1748201/us- geological-survey-indonesia-is-world-biggest-nickel-producer-with-21mn-mt-reserves
Setiawan, K., & Setiawina, N. (2019). ANALISIS DAYA SAING SERTA FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BIJI NIKEL DI
INDONESIA. Unversitas Udayana.
Tim. (2023, July 6). Jadi Raja Nikel Dunia, Kapan Cadangan Ri bakal habis?. ekonomi. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230706145130-85-970248/jadi-raja-nikel- dunia-kapan-cadangan-ri-bakal-habis
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jhon Pattinussa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website). The final published PDF should be used and bibliographic details that credit the publication in this journal should be included.