DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA: TANTANGAN DARI UNDANG-UNDANG PENGURANGAN INSENTIF AS DAN DOMINASI NIKEL OLEH CHINA

Penulis

  • Jhon Pattinussa Universitas Pelita Harapan
  • Qanszelir G. B. Pandjaitan XIV Universitas Pelita Harapan
  • Gusti Patading Universitas Pelita Harapan
  • Roy Vincentius Pratikno Universitas Pelita Harapan

DOI:

https://doi.org/10.19166/verity.v17i33.9666

Kata Kunci:

United States, Indonesia, Incentive Reduction Act, Nickel, Free Trade Agreement

Abstrak

Pengecualian Indonesia dari daftar penerima insentif hijau dalam kerangka Inflation Reduction Act (IRA) yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat merupakan isu signifikan dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mendasari pengecualian tersebut serta mengusulkan solusi yang tepat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-eksplanatif, dengan menggabungkan analisis data dari berbagai sumber daring yang relevan. Melalui kombinasi antara analisis data dan temuan hasil wawancara, penelitian ini berupaya mengungkap alasan utama di balik kebijakan Amerika Serikat, yang kemungkinan mencakup pertimbangan lingkungan, politik, maupun ekonomi. Salah satu solusi yang diusulkan adalah perumusan Free Trade Agreement (FTA) atau Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Amerika Serikat. FTA ini dapat membentuk kerangka kerja yang mendukung akses terhadap insentif hijau sekaligus membuka peluang kerja sama bilateral yang lebih luas. Lebih lanjut, pembentukan FTA juga berpotensi untuk mengatasi tantangan domestik di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan dominasi China dalam industri nikel nasional. Dengan mengintegrasikan sektor nikel Indonesia ke dalam pasar global, FTA dapat menjadi jalur strategis untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Dengan demikian, perundingan FTA diharapkan tidak hanya mampu meredakan ketegangan bilateral dengan Amerika Serikat, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi dan perdagangan domestik yang lebih luas di Indonesia.

Referensi

Baraputri, V. (2023). Nikel Indonesia: Limbah Tambang Mengancam Lingkungan di Sulawesi Tenggara - “Yang Kamu Rusak Adalah Masa depannya” - BBC news Indonesia. BBC News. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c870n03351xo

CNN. (2022, November 1). Wajar Ramai Tka China di industri nikel, Wong investasi Dari Mereka. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20221101065101-92- 867816/wajar-ramai-tka-china-di-industri-nikel-wong-investasi-dari-mereka

Desk, N. (2023, August 19). Indonesia, EU trade barbs over biodiesel import duties. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/business/2023/08/19/indonesia-eu-trade- barbs-over-biodiesel-import-duties.html

DOE, U. (2022, August). The inflation reduction act drives significant ... - department of energy. https://www.energy.gov/sites/default/files/2022- 08/8.18%20InflationReductionAct_Factsheet_Final.pdf

House, W. (2023, September 21). Inflation reduction act guidebook. The White House. https://www.whitehouse.gov/cleanenergy/inflation-reduction-act-guidebook/

Karyza, D. (2023, February 10). Nickel still crucial for EV batteries: Industry players. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/paper/2023/02/10/nickel-still-crucial-for- ev-batteries-industry-players.html

Kumar, A., Mehta, N., Badlam, J., Silvis, J., & Cox, J. (2022, October 24). The inflation reduction act: Here’s what’s in it. McKinsey & Company. https://www.mckinsey.com/industries/public-sector/our-insights/the-inflation-reduction- act-heres-whats-in-it#

Laksono, F. A., Permanajati, I., & Mualim, R. (2020). Analisis kualitas air di Lahan Reklamasi pertambangan Nikel Desa Mohoni, Petasia Timur, Morowali Utara. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 6(1), 96–104. https://doi.org/10.29303/jstl.v6i1.142

Listiyadi, I. (2018). Developing strategy to improve market access: Indonesia-US FTA. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan, 1(1), 48–67. https://doi.org/10.30908/bilp.v1i1.293

Nga. (2023). Inflation reduction act: Infrastructure implementation resources. National Governors Association. https://www.nga.org/ira-resources/

Nugroho, A. S. (2022). Pembatasan sebagai solusi pelarangan ekspor bahan baku nikel: studi kasus ekspor bahan baku nikel indonesia. Jurnal Perspektif Bea Dan Cukai.

Nurbaiti, Boedoyo, S., & Yusgiantoro, P. (2022). Pengelolaan nikel indonesia terhadap pertahanan negara dan ketahanan energi. Universitas

Pertahanan Republik Indonesia.

Prasetiyo, P. (2017). Tidak Sederhana Mewujudkan Industri pengolahan nikel laterit Kadar Rendah di Indonesia Sehubungan Dengan Undang-Undang Minerba 2009. Jurnal Teknologi Mineral Dan Batubara, 12(3), 195–207. https://doi.org/10.30556/jtmb.vol12.no3.2016.139

Putri, A. S. (2020, June 22). Keadaan Flora Dan Fauna Indonesia halaman all. KOMPAS.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/22/140000569/keadaan-flora-dan-fauna- indonesia?page=all

Radhica, D., & Wibisana, R. (2023). Proteksionisme Nikel Indonesia dalam Perdagangan Dunia. Journal of Trade Development and Studies.

Ranggasari, R. (2023, July 14). US Geological Survey: Indonesia is world biggest nickel producer with 21mn mt reserves. Tempo. https://en.tempo.co/read/1748201/us- geological-survey-indonesia-is-world-biggest-nickel-producer-with-21mn-mt-reserves

Setiawan, K., & Setiawina, N. (2019). ANALISIS DAYA SAING SERTA FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BIJI NIKEL DI

INDONESIA. Unversitas Udayana.

Tim. (2023, July 6). Jadi Raja Nikel Dunia, Kapan Cadangan Ri bakal habis?. ekonomi. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230706145130-85-970248/jadi-raja-nikel- dunia-kapan-cadangan-ri-bakal-habis

Diterbitkan

2025-07-01

Terbitan

Bagian

Articles