Kebijakan Logistik Maritim Indonesia: Perluasan Pasar Regional dan Penanganan Hambatan Non-Tarif di Asia Tenggara (2020–2024)

Penulis

  • Rieke Clara Mustikasari Department of International Relations, Universitas Pelita Harapan, Tangerang
  • Jhon Pattinussa Department of International Relations, Universitas Pelita Harapan, Tangerang
  • Roy Pratikno Department of International Relations, Universitas Pelita Harapan, Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.19166/verity.v18i35.10956

Kata Kunci:

Maritime Logistics, Non-tariff Barriers, Market Expansion, ASEAN Integration, Trade Connectivity

Abstrak

Penelitian ini mengkaji kebijakan logistik maritim Indonesia pada periode 2020–2024 serta perannya dalam memfasilitasi perluasan pasar dan mengurangi hambatan non-tarif (non-tariff barriers/NTBs) di dalam kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut untuk menopang distribusi domestik dan perdagangan internasional. Namun, tingginya biaya logistik yang persisten, diperkirakan mencapai 20–24 persen dari total biaya produksi, serta hambatan non-tarif yang bersifat struktural telah membatasi daya saing ekspor Indonesia.

Dengan menggunakan metode deskriptif dan komparatif, penelitian ini mengevaluasi strategi Indonesia melalui reformasi kelembagaan, modernisasi infrastruktur, dan mekanisme kerja sama regional, sekaligus membandingkan kinerjanya dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand berdasarkan indikator seperti efisiensi pelabuhan, integrasi digital, serta Logistics Performance Index (LPI).

Temuan penelitian menunjukkan adanya kemajuan terukur dalam digitalisasi kepabeanan melalui implementasi National Single Window (NSW), penerapan National Logistics Ecosystem (NLE), serta partisipasi dalam kerangka regional seperti ASEAN Single Window (ASW) dan ASEAN Customs Transit System (ACTS). Inisiatif-inisiatif ini berkontribusi pada penurunan dwelling time, peningkatan prediktabilitas rantai pasok, serta pertumbuhan perdagangan yang signifikan, tercermin dari peningkatan nilai total perdagangan Indonesia dari USD 304,76 miliar pada tahun 2020 menjadi USD 529,35 miliar pada tahun 2022.

Meskipun demikian, sejumlah tantangan masih tetap ada, termasuk fragmentasi regulasi, ketimpangan pembangunan pelabuhan, keterbatasan interoperabilitas digital, serta kapasitas kelembagaan yang belum merata antarwilayah. Studi ini menyimpulkan bahwa reformasi logistik maritim Indonesia telah memperkuat integrasinya dalam jaringan perdagangan ASEAN. Namun, daya saing yang berkelanjutan memerlukan harmonisasi regulasi yang lebih mendalam, sistem pengukuran kinerja yang sistematis, pemerataan infrastruktur, serta modernisasi birokrasi jangka panjang guna secara efektif mengurangi NTBs dan memastikan perluasan pasar yang berkelanjutan.

     

Referensi

Abidin, Andi Muhammar Qadafi. (2019). Integrasi Ekonomi Regional dalam ASEAN Free Trade Area. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, Vol.7 No.4 Edisi Nopember 2019.

Akbar, S., Mendoza, M. W., & Febriansyah. (2025). ASEAN single window implementation: Exploring benefits, challenges, solutions, and future roadmap. Journal of Principles Management and Business, 4(01), 186–209. doi:10.55657/jpmb.v4i01.229

Amin, C., Mulyati, H., Anggraini, E., & Kusumastanto, T. (2021). Impact of maritime logistics on archipelagic economic development in Eastern Indonesia. The Asian Journal of Shipping and Logistics, 37(2), 157–164. doi:10.1016/j.ajsl.2021.01.004

Aprillia, Frisca dan Rendy Putra Kusuma. (2020). Hambatan Impor Baja dan Turunannya oleh Thailand terhadap Indonesia Periode 2014-2018. Balcony, 4(1), 1–10, 2020. https://jom.fisip.budiluhur.ac.id/balcony/article/view/215

ASEAN Secretariat. (2015). ASEAN Economic Community Blueprint 2025. Jakarta: ASEAN Secretariat.

ASEAN STATS. (2024). Exploring Intra-ASEAN Merchandise Trade Dynamics. Vol. VIII. Jakarta: ASEAN Secretariat, content/uploads/2024/05/ASB-202405-03.pdf.

Astagia, A., Nurani, T. W., & Kurniawati, V. R. (2022). Persyaratan Ekspor Tuna tujuan uni EROPA, Amerika Serikat, Dan Jepang. ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 6(1), 057–066. doi:10.29244/core.6.1.057-066

Bulan, Intan B (Commissioner, Director, Assessor, and Shipping Consultant – PT. Bahari Sentosa Bersatu). (2025). Wawancara langsung secara semi-struktural oleh Rieke Clara Mustikasari. Jalan Walang Baru II 40, Jakarta, 14260, IDE, 29 September 2025.

Brunila, O.-P., Kunnaala-Hyrkki, V., & Inkinen, T. (2021). Hindrances in port digitalization? Identifying problems in adoption and implementation. European Transport Research Review, 13(62). https://doi.org/10.1186/s12544-021-00523-0.

Devadason, E. S. (2011). Non-tariff measures in ASEAN: Barriers to intra-regional trade? SSRN Electronic Journal. doi:10.2139/ssrn.1950195

Effendi, Yuventus. (2014). Implementasi ASEAN Free Trade Agreement terkait Kinerja PerdaganganIndonesia: Pendekatan Model Gravitasi. Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, 2014.

Gulo, Diwi Putri dan Timbul Dompak. (2024). Analisis Dampak Kebijakan Perdagangan Bebas ASEAN Terhadap Pertumbuhan Ekspor Indonesia ke Pasar ASEAN. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Volume 11 Nomor 3, Bulan Desember Tahun 2024.

Jovanović, M. N. (2020). Evolutionary Spatial Economics. Edward Elgar Publishing.

Karina, Eva Novi, Bayo Adhika Putra, Fara Az-Zahra Rahman. (2024). Naskah Kebijakan: Tinjauan Strategis Logistik Darat di Indonesia, Tenggara Strategics, Centre for Strategic and International Studies, 2024.

Karuniawati, Widiagung, dkk. (2023). Strategi Kebijakan Peningkatan Ekspor untuk Menjaga Kestabilan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Journal of Public Policy and Administration Research Volume 01 No 02 (2023). https://journal.student.uny.ac.id/index.php/joppar

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2016). Indonesia Segera Terapkan ASEAN Single Window. Siaran Pers 1 Maret 2016. https://share.google/cEVRNKfSTHWpsAiRH

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2024). Neraca Perdagangan Indonesia 2020-2024. KEMENDAGRI, 2024. https://ditjenpen.kemendag.go.id/storage/laporan/B6QuhIIXKtONpw4Vc7fnoK6lOoD WEfXMiroOIdzA.pdf

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2019). Tingkatkan Jumlah Ekspor, Waktu Operasional di Pelabuhan Tanjung Priok Dioptimalkan 24 Jam Sehari. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Biro Komunikasi dan Informasi Publik, 2019. https://dephub.go.id/post/read/tingkatkan-jumlah-ekspor,-waktu operasional-di-pelabuhan-tanjung-priok-dioptimalkan-24-jam-sehari

Kwartama, A., Paiman, Sumiyatiningsih, & Sopani, A. (2025). Implikasi Pembatasan global Pada Jaringan Transportasi Laut Dan Logistik Dalam Perdagangan internasional di Indonesia. Jurnal Matemar : Manajemen Dan Teknologi Maritim, 4(2). doi:10.59225/6a0yk933

Logistiknews. (2024). Konsistensi Menekan dwelling time di pelabuhan, bisakah ? Retrieved from https://www.logistiknews.id/2024/11/08/konsistensi-menekan-dwelling-time-di-pelabuhan-bisakah/

Makkawan, K., & Muangpan, T. (2023). Developing smart port with crucial domains and indicators in the Thai Port Case: A confirmatory factor analysis. Transactions on Maritime Science, 12(1). doi:10.7225/toms.v12.n01.w03

Muangthong, Kulsurat, Nanthi Suthikarnnarunai. (2011). A Development of Sea Fright Transportation Index of Thailand. Proceedings of the World Congress on Engineering and Computer Science 2011 Vol II WCECS. https://www.iaeng.org/publication/WCECS2011/WCECS2011_pp1054-1057.pdf

Nasution, A. P. (2025). Analisis Komparatif Manajemen Pelabuhan: Studi Kasus Indonesia, Singapura, Dan Malaysia. Retrieved from https://adenasution.com/analisis-komparatif-manajemen-pelabuhan-studi-kasus-indonesia-singapura-dan-malaysia/

Pattinussa, J. M. Y., & Tambunan, E. M. B. (2023). Externality of economic diplomacy in Indonesia: Case study of investment within palm plantation sector. Jurnal Global & Strategis, 17(1), 1–32. DOI: https://doi. org/10.20473/jgs.17.1.2023.1-32

Ramadhani, A. W., Hanafi, M. I., Mulawarman, & Amalia, D. R. (2024). Peran Diplomasi Maritim Indonesia Sebagai Poros Maritim dunia. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik Dan Hukum Indonesia, 2(1), 47–65. doi:10.62383/amandemen.v2i1.663

Ricardianto, P., Suhalis, A., & P. Sirait, D. (2019). Integrasi Antara dwelling time Dan Bongkar Muat Peti kemas pelabuhan tanjung priok. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG), 5(3), 193. doi:10.54324/j.mtl.v5i3.265

Rotinsulu, D. Ch., Sumual, J. I., & Kumaat, R. J. (2020). Analysis of Indonesia exports to ASEAN countries and their effect on economic growth in the mea era. Proceedings of the 6th Annual International Conference on Management Research (AICMaR 2019). doi:10.2991/aebmr.k.200331.036

Rumaji, & Adiliya, A. (2019). Port Maritime Connectivity in south-east indonesia: A new strategic positioning for transhipment port of Tenau kupang. The Asian Journal of Shipping and Logistics, 35(4), 172–180. doi:10.1016/j.ajsl.2019.12.004

Salim, Z., Pranata, N., & Astriana, F. (2017). Maritime Logistics Sector in ASEAN: Exploring opportunities and addressing key challenges. SSRN Electronic Journal. doi:10.2139/ssrn.3450225

Syifa, G. A., & Tohir, M. (2025). Analysis of logistics cost efficiency in Indonesia’s Transportation System. Siber Journal of Transportation and Logistics, 3(2), 57–75. doi:10.38035/sjtl.v3i2.494

UNCTAD. (2023). Launch of the Review of Maritime Transport 2023. Review of Maritime Transport. doi:10.18356/9789213584569

Wardiningsih, Harpiang, & Eliyanti Agus Mokodompit. (2025). Logistik Maritim Dan Konektivitas kawasan kepulauan studi Kasus Kabupaten muna. Sigma: Journal of Economic and Business, 8(1), 11–16. doi:10.60009/cj9ws186

Wiko, G., & Kinanti, F. M. (2021). Elimination of NON-TARIFF barriers of trade in goods in the ASEAN region: Will it ever work? Retrieved from https://scholarhub.ui.ac.id/jhp/vol51/iss2/9/

World Bank. (2023). Connecting to Compete: Trade Logistics in the Global Economy 2023, Logistics Performance Index World Bank. https://lpi.worldbank.org/sites/default/files/202304/LPI_2023_report_with_layout.pdf

Yuninata, Dama, I Putu Wahyu JS, & Indro Herry Mulyanto. (2023). Implementasi Kebijakan Asean Customs Transit System (ACTS) di Indonesia. Jurnal Manajemen Bisnis Dan Terapan, 1(2), 163–171. doi:10.20961/meister.v1i2.790

Diterbitkan

2026-07-30

Terbitan

Bagian

Articles