Unveiling Indonesia’s Challenges in Attracting Foreign Direct Investment: The Case of Apple Inc and the Electronic Manufacturing Industry

Penulis

  • Hanna Angel Roring
  • Jhon Pattinussa Department of International Relations, Universitas Pelita Harapan, Tangerang
  • Roy Vincentius Pratikno Department of International Relations, Universitas Pelita Harapan, Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.19166/verity.v17i34.10443

Kata Kunci:

Foreign Direct Investment, Electronic Manufacturing, Apple Inc, TKDN, Economic Diplomacy, Indonesia

Abstrak

Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, modernisasi industri, dan transfer teknologi di negara-negara berkembang. Studi ini menelusuri tantangan berkelanjutan yang dihadapi Indonesia dalam menarik FDI berteknologi tinggi di sektor manufaktur elektronik, dengan fokus pada kasus Apple Inc. sebagai cerminan dari dinamika kebijakan yang lebih luas. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari laporan resmi, publikasi pemerintah, dan literatur akademik untuk mengungkap keterkaitan antara ambisi ekonomi, diplomasi politik, dan pertimbangan keamanan Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi besar—ditandai oleh sumber daya yang melimpah, pasar domestik yang luas, dan ekosistem digital yang berkembang—iklim investasinya masih terhambat oleh inefisiensi birokrasi, regulasi yang tidak konsisten, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Studi ini menyoroti bahwa Apple Inc., meskipun telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui inisiatif berbasis perangkat lunak seperti Apple Developer Academy, masih enggan untuk membangun fasilitas manufaktur lokal. Keputusan ini menegaskan adanya kendala struktural yang lebih luas yang dihadapi perusahaan multinasional dalam lingkungan regulasi Indonesia. Secara ekonomi, penelitian ini menunjukkan bahwa FDI tetap menjadi faktor sentral dalam upaya Indonesia untuk beralih dari ekspor berbasis sumber daya menuju manufaktur bernilai tambah tinggi. Secara politik, FDI berfungsi sebagai instrumen diplomasi ekonomi yang dapat meningkatkan kredibilitas internasional Indonesia. Dari perspektif keamanan, penguatan sektor manufaktur elektronik melalui FDI sangat penting untuk mencapai kedaulatan dan ketahanan teknologi, terutama di tengah gangguan rantai pasok global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menarik FDI yang berkelanjutan bergantung pada kemampuannya untuk menyelaraskan liberalisasi ekonomi dengan reformasi institusional dan kesiapan industri. Mengatasi tantangan struktural ini menjadi kunci agar Indonesia dapat sepenuhnya terintegrasi ke dalam rantai nilai global dan mewujudkan visinya di bawah peta jalan Making Indonesia 4.0.

Referensi

Adelia, S., & Maria, A. (2020). Black market practices in the sale of second-hand iPhones in Indonesia (2016–2020). Journal of Business and Trade Studies, 7(1), 54–68.

Agus Gumiwang, K. (2021). Indonesia’s manufacturing sector as the main driver of national economic growth. Ministry of Industry of the Republic of Indonesia.

Airin, D., Muhammad, H., & Eleonora, S. (2020). Analysis of the Impact of Local Content Requirement (TKDN) Regulation on the ICT Industry in Indonesia. Journal of Information Technology and Development Studies, 5(2), 45–58.

ASEAN Briefing. (2021). Indonesia’s manufacturing sector and its role in ASEAN economic development. ASEAN Briefing, Dezan Shira & Associates.

ASEAN Investment Report. (2022). ASEAN Investment Report 2022: Foreign Direct Investment and Digital Economy. ASEAN Secretariat.

Azwina, R., Wardani, P., Sitanggang, F., & Silalahi, P. R. (2021). Apple Inc.’s strategy to relocate manufacturing contractors under Indonesia’s foreign investment policy. Journal of Global Business and Policy Studies, 9(2), 34–49.

Azwina, R., Wardani, P., Sitanggang, F., & Silalahi, P. R. (2021). Manufacturing industry strategy to accelerate economic growth in Indonesia. Indonesian Journal of Economics and Industry Policy, 12(3), 102–115.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (2023). Laporan realisasi investasi triwulan II tahun 2023. Jakarta: BKPM.

James, A., Mario, L., & Yoto, V. (2018). Trade liberalization, growth and FDI: A structural estimation framework. Journal of International Economics and Policy Research, 14(2), 210–229.

Mahadiansar, M., Ramadhani, S., Eki, D., & Fitri, K. (2019). The reality of foreign direct investment development in Indonesia in 2019. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 34(1), 72–85.

Sasmita, V. (2021). Risks of Apple’s investment plan in Indonesia. Journal of International Business and Risk Studies, 5(1), 25–41.

Siktiyana, M. N., & Anwar, D. M. (2020). Determinants of OPPO’s foreign direct investment in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Bisnis, 8(3), 77–91.

Syafira, A., & Indra, P. (2018). Apple Inc.’s interest in Indonesia’s mobile market (2011–2015). Journal of Global Trade and Policy Analysis, 4(2), 88–104.

Wistiasari, D., & Safitri, Y. A. (2020). An analysis of international business perspective on Apple Inc. International Journal of Global Commerce and Management, 6(1), 56–70.

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

Articles