Degradasi Pemahaman Imago Dei dan Implikasinya terhadap Fenomena Bunuh Diri di Indonesia: Sebuah Kajian Teologis

Auteurs

  • Harlinton Simanjuntak Sekolah Tinggi Teologi Reformed Indonesia

Trefwoorden:

imago Dei, Martabat manusia, bunuh diri, kerusakan natur, teologi antropologi

Samenvatting

Fenomena bunuh diri di Indonesia memperlihatkan tren peningkatan yang signifikan dan secara khusus banyak terjadi pada kelompok usia produktif. Situasi ini berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas dan mengganggu stabilitas kehidupan bermasyarakat. Kekristenan menolak tindakan bunuh diri, namun menerima bahwa fenomena ini merupakan salah satu implikasi kerusakan natur manusia akibat dosa. Dalam perspektif teologis, konsep imago dei menegaskan bahwa manusia diciptakan sebagai ciptaan Allah yang mulia, namun kejatuhan dalam dosa menyebabkan distorsi menyeluruh pada kapasitas manusia untuk mengenal martabat dirinya. Dengan menggunakan pendekatan induktif melalui studi literatur, artikel ini menganalisis bagaimana kerusakan imago dei berhubungan dengan fenomena bunuh diri di Indonesia serta bagaimana perspektif teologis dapat mengintegrasikan temuan psikologis, sosiologis, dan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif multidisipliner mendeskripsikan faktor-faktor eksternal dan internal bunuh diri, tetapi konsep imago dei memberikan landasan ontologis untuk memahami akar terdalam dari keterputusan makna, nilai diri, dan relasi yang dapat mengarah pada tindakan bunuh diri.

Referenties

DAFTAR PUSTAKA

Antonius P Sipahutar, Alexius Poto Obe, & Alexsander Halawa. (2024). Keluhuran Martabat Manusia sebagai Imago Dei: Pandangan Teologi Gereja Katolik. Jurnal Magistra, 2(4), 153–170. https://doi.org/10.62200/magistra.v2i4.187

Arif, A. (2025). Epidemi Sunyi Bunuh Diri, Tekanan Ekonomi, dan Negara yang Absen. kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/epidemi-sunyi-bunuh-diri-tekanan-ekonomi-dan-negara-yang-absen

Biroli, A. (2018). Bunuh Diri dalam Perspektif Sosiologi. Simulacra, 1(2), 213–223. https://journal.trunojoyo.ac.id/simulacra/article/view/4996

Brin.go.id. (2024). Kasus Bunuh Diri Tertinggi di Usia Muda, Apa Penyebabnya? brin.go.id. https://brin.go.id/ork/posts/kabar/kasus-bunuh-diri-tertinggi-di-usia-muda-apa-penyebabnya

Calvin, J. (2023). Institutio Christianae Religionis: Ajaran-Ajaran Agama Kristen, Jilid 1 (A. Saputra, P. Manurung, & I. Tjulianto (Penerj.)). Momentum Christian Literature.

Choi, C. (2021). Herman Bavinck and John Calvin on the Doctrines of the Trinity and the Image of God: A Comparison [Theologische Universiteit Apeldoorn]. https://theoluniv.ub.rug.nl/425/1/2021 Choi, Changjun.pdf

Djadi, J. (2005). Gambar dan Rupa Allah. Jurnal Jaffray, 2(1), 3–8. https://ojs.sttjaffray.ac.id/JJV71/article/download/144/142

Emanuel, Y., & Adon, M. J. (2025). Menemukan Makna Esensi dan Eksistensi Hidup di Tengah Fenomena Bunuh Diri di Indonesia Jean Paul Sartre. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(2), 218–226. https://doi.org/10.23887/jfi.v8i2.87561

Kristanto, B. (2024). Menjadi Manusia: Sebuah Proposal Injili. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 23(1), 85–96. https://doi.org/10.36421/veritas.v23i1.814

Lami, S. S. (2025). Hakekat Dosa dalam Perspektif Teologi dan Psikologi Manusia. Jurnal Shema: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 7(4), 108–121. https://ejurnal.sttpshema.ac.id/index.php/shema/article/view/41/17

Maharani, A. I., Nainggolan, A. C., Istiharoh, I., Putri, P. A., & Pratama, R. A. (2023). Analisis Fenomena Penyimpangan Sosial: Tawuran Remaja dalam Teori Anomie Emile Durkheim. Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan dan Humaniora (JISPENDIORA), 2(3), 139–154. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i3.978

Mulyani, A. A., & Eridiana, W. (2018). Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Fenomena Bunuh Diri di Gunungkidul. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(2), 510–516. https://doi.org/10.17509/sosietas.v8i2.14593

Patibang, O. I., Yunirma, Kalista, Y. P., Midian, C., & Mutiara. (2025). Citra Manusia dalam Teologi Kristen: Sebuah Tinjauan Humanis terhadap Imago Dei. Humanitis: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 3(1), 188–199. https://humanisa.my.id/index.php/hms/article/view/488/553

Pradipta, I. M. R., & Valentina, T. D. (2024). Faktor Internal Psikologis Terhadap Ide Bunuh Diri Remaja di Indonesia. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(2), 8092–9109. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/9966/7117

Saefatu, M. (2025). Gambar Allah yang Ternoda: Menggugat Human Trafficking dengan dasar Teologi Imago Dei dalam Perspektif Perjanjian Baru. Logon Zoes: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya, 8(1), 105–118. https://doi.org/10.53827/lz.v8i1.9

Sagita, N. S. (2025). Provinsi Ini Catat Kasus Bunuh Diri Terbanyak di Indonesia. detik.com. https://www.detik.com/sumut/berita/d-8106130/provinsi-ini-catat-kasus-bunuh-diri-terbanyak-di-indonesia

Sibagariang, J. S. (2025). Imago Dei dan Kecerdasan Buatan: Membaca Ulang Antropologi Kristologis Calvin dalam Konteks Kepribadian Digital. Diskursus: Jurnal Filsafat dan Teologi, 21(2), 165–193. https://driyarkara.ac.id/jurnal-diskursus/index.php/diskursus/article/view/746/430

Sugiarto, J., Gaol, R. F. H. L., & Litaay, S. G. (2022). Imago Dei sebagai Suatu Relasi: Analisis tentang Dampak Dosa terhadap Gambar dan Rupa Allah. HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 3(2), 138–147. https://doi.org/10.46817/huperetes.v3i2.116

Sutanto, N. (2016). Herman Bavinck on the Image of God and Original Sin. International Journal of Systematic Theology, 18(2), 174–190. https://doi.org/10.1111/ijst.12138

Wirawan, N. A. (2024). Angka Kasus Bunuh Diri di Indonesia Meningkat 60% dalam 5 Tahun Terakhir. data.goodstats.id. https://data.goodstats.id/statistic/angka-kasus-bunuh-diri-di-indonesia-meningkat-60-dalam-5-tahun-terakhir-2FzH6

##submission.downloads##

Gepubliceerd

2026-02-28

Nummer

Sectie

Vol 2 No 2 Februari 2026