Membaca Dalihan Na Tolu sebagai Liturgi Kehidupan dan Spiritualitas Keugaharian: Sebuah Konstruksi Teologi Kontekstual Berbasis Roma 12:1
Schlagworte:
Dalihan Na Tolu, liturgi, spiritualitas keugaharian, teologi kontekstual, Roma 12:1Abstract
Esai ini berangkat dari masalah teologis yang menunjukkan bahwa liturgi masih dipahami sebatas tata ibadah ritual, sementara spiritualitas dipandang sebagai pengalaman religius yang terpisah dari kehidupan sekuler. Berangkat dari paradigma ibadah sejati dalam Roma 12:1, tulisan ini menawarkan pembacaan teologi kontekstual terhadap falsafah Dalihan Na Tolu sebagai liturgi kehidupan dan spiritualitas keugaharian. Esai ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika kontekstual untuk mengonstruksi paradigma teologis Roma 12:1 dengan tiga pilar utama dalam Dalihan Na Tolu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tiga pilar utama Dalihan Na Tolu, yaitu somba marhulahula, manat mardongan tubu, dan elek marboru, dapat dikonstruksi sebagai praksis penghormatan, persekutuan, dan pelayanan yang mewujudkan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Dalihan Na Tolu tidak hanya dipahami sebagai sistem etika sosial masyarakat Batak, tetapi juga sebagai kerangka teologi kontekstual yang mengintegrasikan liturgi ibadah dengan spiritualitas keugaharian berdasarkan paradigma Roma 12:1. Esai ini berkontribusi memberikan pengembangan horizon teologi kontekstual berbasis kearifan lokal sekaligus menawarkan pembacaan baru terhadap kehidupan orang Kristen sebagai liturgi yang diwujudkan melalui spiritualitas keugaharian.
Literaturhinweise
DAFTAR PUSTAKA
Artariah, Manik, S., & Sidauruk, I. (2024). Hukum Kasih dalam Teologi Paulus dan Dalihan Na Tolu: Membangun Etika Kristiani Kontekstual di Tanah Batak. Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik, 10(2), 29–30. https://ejurnal.stipas.ac.id/index.php/Sepakat/article/view/308
Astuti, E. S. B. (2022). Spiritualitas Keugaharian: Sebagai Respons terhadap Pola Hidup Hedonisme di Era Digital. Jurnal Teologi Praktika, 3(1), 24–35. https://doi.org/10.51465/jtp.v3i1.41
Blegur, R. (2024). Membidik Pertautan Teologis antara Tubuh dan Ibadah Menurut Roma 12:1. Studia Philosophica et Theologica, 24(1), 17–29. https://doi.org/10.35312/spet.v24i1.620
Brownlee, M. (2004). Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Theologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Gunung Mulia.
Firmando, H. B. (2021). Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 5(1), 16–36. https://doi.org/10.29103/aaj.v5i1.4613
Gaol, C. L. (2024). Nilai Dalihan Na Tolu dalam Membangun Hidup Bersama: Tinjauan Relasionalitas Armada Riyanto. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 8(1), 22–42. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2024.008.01.02
Gultom, A. F. (2014). Refleksi Konseptual Dalihan Na Tolu dan Porhalaan Pada Etnis Batak Toba dalam Perspektif Kosmologi. In M. A. Abdullah (Ed.), Filsafat Islam: Historisitas dan Aktualitas (Peran dan Kontribusi Filsafat Islam bagi Bangsa) (hal. 194–207). FA Press. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/25541/
Haak, C. J. (2021). Satu Injil bagi Segala Budaya. Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi, 4(2), 194–211. https://doi.org/10.47457/phr.v4i2.207
Hamid, A., Ritonga, S., & Nst, A. M. (2024). Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu sebagai Pilar Toleransi Beragama pada Masyarakat Tapanuli Selatan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(1), 132–143. https://doi.org/10.23887/jish.v13i1.74809
Hidayat, U. F. (2023). Penerapan Spiritualitas Keugaharian melalui Pembelajaran Sekolah Minggu. HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 4(2), 166–179. https://doi.org/10.46817/huperetes.v4i2.153
Hutasoit, I. (2023). Membaca Ulang Injil dan Kebudayaan dalam Tradisi Batak: Re-reading the Gospel and Culture in the Batak Toba Tradition. Journal of Religious and Socio-Cultural, 4(1), 65–101. https://doi.org/10.46362/jrsc.v4i1.91
Hutasoit, N., & Siagian, R. J. (2025). The Integration of Dalihan Na Tolu into Ecclesial Ministry: A Contextual Theological Study within Batak Cultural Framework. MARSAHALA: Journal of Religious and Cultural Studies, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.64099/qjtcwg31
Indonesia, P. G. di. (2020). Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (DKG-PGI) 2019-2024. Gunung Mulia.
Lebang, H. T. H. (2022). Spirituality of Moderation. International Review of Mission, 111, 56–69. https://doi.org/10.1111/irom.12414
Lumbanraja, R., Hutahaean, M., Rajagukguk, J., & Sinaga, K. (2024). Analysis Of Dalihan Na Tolu In Conflict Resolution In The Toba Batak Community: Case Study In Medan City. Educational Administration: Theory and Practice, 30(5), 9982–9992. https://doi.org/10.53555/kuey.v30i5.3830
Mettang, M. (2025). Spiritualitas Keugaharian sebagai Upaya Mengatasi Budaya Konsumerisme yang Merusak Lingkungan di Era Tren Fast Fashion. ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 4(2), 135–145. https://doi.org/10.53814/eleos.v4i2.144
Nainggolan, R. H., Panjaitan, B., & Sitompul, A. S. (2023). Reconstruction of Dalihan Na Tolu in Batak Culture Towards a Practical Theology Relevant to the Task of the Church. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE), 2(1), 125–138. https://doi.org/10.55299/ijere.v2i1.452
Pamantung, S. (2024). Hermeneutika Kontekstual: Sebuah Dialektika Sudut Pandang Penafsir dan Teks dalam Memahami Kitab Suci. KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 10(3), 614–625. https://doi.org/10.30995/kur.v10i3.1226
Sagala, M. (2008). Injil dan Adat Batak. Yayasan Bina Dunia.
Sembiring, G. P. (2024). Kearifan Lokal Pada Sistem Kekerabatan (Dalihan Na Tolu dan Rakut Si Telu) Pada Masyarakat Batak Toba. Jurnal Sadewa: Pbulikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, 2(2), 257–268. https://doi.org/10.61132/sadewa.v2i2.765
Sihombing, J. F., & Silooy, C. V. (2023). Dalihan Na Tolu sebagai Teologi Lokal: Memahami Sistem Kekerabatan Batak Toba dan Lukas 16:19-31 dari Perspektif Robert J. Schreiter. CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika, 4(1), 160–176. https://doi.org/10.46348/car.v4i1.173
Siregar, C. (2026). Ketika Liturgi Bergerak: Mengalami Transformasi Iman melalui Bahasa Tubuh. MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual, 7(2), 107–116. https://doi.org/10.58983/jmurai.v7i2.223
Sitompul, S., Dwiatmadja, C., Sasongko, G., & Sunarto, H. (2024). Internalization of Dalihan Na Tolu Values in the Toba Batak Migrants. Quality - Access to Success, 25(202), 174–179. https://doi.org/10.47750/QAS/25.202.18
Situmorang, D. C., Sihombing, S., & Surbakti, P. H. (2025). Studi Intertekstual terhadap Misphat dan Dalihan Na Tolu: Membaca Mikha 3 dari Perspektif Sistem Hukum Adat Batak Toba. Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 6(2), 255–272. https://doi.org/10.46305/im.v6i2.467
Siwy, R. (2026). Liturgi yang Hidup: Memaknai Kembali Liturgi Kristen melalui Penelusuran Sejarah Perkembangannya. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 11(1), 18–37. https://doi.org/10.30648/dun.v11i1.1959
Sucipto, J., Ma’dika, M., Denasita, J. C., Kondolele, R., & Tesalonika. (2025). Spiritualitas Keugaharian dan Deforestasi: Amsal Agur bin Yake sebagai Narasi Kritik terhadap Praktik Eksploitasi Hutan. Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika, 7(2), 106–116. https://doi.org/10.38052/gamaliel.v7i2.338
Tanuwidjaja, S., & Udau, S. (2020). Iman Kristen dan Kebudayaan. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 1(1), 1–14. https://doi.org/10.46445/jtki.v1i1.299
Tobing, D. U. A. L., May, B., & Ritonga, N. S. (2023). Filsafat Pancasila dalam Konsep Filosofis “Dalihan Na Tolu” Masyarakat Adat Batak Toba. Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat, 3(2), 32–41. https://doi.org/10.51178/jpspr.v3i2.1345
Umboh, S. H., & Christi, A. (2022). Relasi Ibadah Sejati Berdasarkan Roma 12:1 terhadap Pertumbuhan Rohani Orang Kristen di Era Globalisasi. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 339–357. https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i2.145
White, J. F. (2009). Pengantar Ibadah Kristen (L. S. Kie (penerj.)). Gunung Mulia.
Yakin, I. H. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Aksara Global Akademia.
Zulkarnain, Simorangkir, J., & Silitonga, E. J. (2023). Teologi Toleransi dalam Dalihan Na Tolu (Kajian Teologi Religionum Menemukan Nilai-Nilai Toleransi di dalam Budaya Dalihan Na Tolu sebagai Jembatan Teologi dan Budaya). Jurnal Teologi Cultivation, 7(1), 1–30. https://doi.org/10.46965/jtc.v7i1.2267
Downloads
Veröffentlicht
Ausgabe
Rubrik
Lizenz
Copyright (c) 2026 Harlinton

Dieses Werk steht unter der Lizenz Creative Commons Namensnennung - Weitergabe unter gleichen Bedingungen 4.0 International.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1) Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC-BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2) Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3) Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website). The final published PDF should be used and bibliographic details that credit the publication in this journal should be included.”