Analisis Semiotika Roland Barthes: Representasi Nihilisme dalam Video Musik Planetarium Jirapah
DOI:
https://doi.org/10.37312/de-lite.v6i1.11454Kata Kunci:
Nihilisme, Klip Musik Video, Semiotika, Roland Barthes, Media, Budaya PopulerAbstrak
Penelitian ini mengkaji representasi nihilisme eksistensial dan nihilisme kosmik dalam video musik Planetarium karya Jirapah melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya representasi tema nihilistik dalam budaya populer audiovisual sebagai respons terhadap krisis makna dalam masyarakat kontemporer yang dipengaruhi globalisasi dan disrupsi teknologi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi serta menjelaskan bagaimana elemen visual membentuk makna nihilistik melalui lapisan denotasi, konotasi, dan mitos. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Unit analisis berupa scene yang mencakup komposisi visual, sinematografi, warna, gestur, kostum, dan elemen pendukung lainnya. Dari 15 adegan kandidat, dipilih 6 adegan berdasarkan kriteria kemunculan tanda nihilisme, signifikansi naratif, dan relevansi teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi nihilisme direpresentasikan melalui empat tahapan visual, yaitu pencarian makna, fragmentasi identitas, keterasingan eksistensial, dan peluruhan eksistensi. Adegan-adegan tersebut memperlihatkan krisis makna berkelanjutan, ketidakstabilan identitas, serta alienasi yang tidak teratasi oleh perubahan ruang. Selain itu, nihilisme kosmik direpresentasikan melalui simbolisasi kefanaan manusia dan absennya makna yang bersifat sentral dalam kosmos yang impersonal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa makna nihilistik dibangun melalui relasi visual dan lirik yang simbolik, repetitif, dan metaforis, sehingga video musik Planetarium merepresentasikan krisis eksistensial manusia modern dalam budaya audiovisual. Penelitian ini menegaskan bahwa semiotika Barthes memungkinkan pembacaan tanda visual secara mendalam dalam studi budaya populer dan komunikasi visual kontemporer. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi visual, studi budaya populer, serta pemahaman tentang bagaimana ideologi makna nihilistik dikonstruksi dan direpresentasikan dalam media audiovisual kontemporer di Indonesia secara akademis yang relevan bagi kemajuan pengembangan akademik.
Referensi
Achmad, A., Faruq, A., & Iman, U. Al. (2024). Jurnal Keislaman Youth : An Islamic and Philosophical Analysis. Jurnal Kajian Kemanusiaan, 2, 468–486. https://doi.org/10.54298/jk.v8i2.635
Audi, R. (2015). The Cambridge Dictionary of Philosophy. Cambridge University Press.
Crosby, D. A. (1988). The Specter of The Absurd. State University of New York Press.
de Almeida, R. (2022). Impotence, Resentment, Incredulity: nihilism in Cinema and Education. Educacao and Realidade, 47, 1–22. https://doi.org/10.1590/2175-6236116602vs02
Griffin, E. M. (2012). A First Look at Communication Theory Semiotics of Roland Barthes. Chapter 26: Semiotics, 8, 332–343. https://www.dawsoncollege.qc.ca/ai/wp-content/uploads/sites/180/22-Barthes-Semiotics.pdf
Herawati, N., Jafari, M., & Sanders, K. (2024). The Influence of Globalization on Family Traditions and Values. Journal of Psychosociological Research in Family and Culture, 2(2), 4–10. https://doi.org/10.61838/kman.jprfc.2.2.2
Jirapah, J., & Edwin, E. (2020). Planetarium (Official Music Video). Kolibri Records.YouTube. https://youtu.be/S2kYg-CeNGE?si=sN9TUTq7hJSzcvuZ
Nietzsche, F. (1901). The Will to Power (W. Kaufmann & R. J. Hollingdale, Trans.). Vintage Books.
Pasya Mansoer, R., Kasmana, K., Isfiaty, T., & Fincher, D. (2024). Signs of Nihilism in Se7en Movie: A Roland Barthes Semiotic Analysis. International Journal of Design, 4, 62. https://doi.org/10.34010/injudes.vxix.xxxx
Pedro Pitang, S., Eko Armada Riyanto, F., & Jebaru Adon, M. (2024). Metafisika Eksistensial menurut Martin Heidegger: Model Manusia Altruistik di Tengah Nihilisme Kehidupan Bermasyarakat Indonesia. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(2), 327–338. https://doi.org/10.23887/jfi.v7i2.71030
Riska Putri Pratami, & Ade Budi Santoso. (2025). Representasi Krisis Emosional Remaja dalam Musik Video 0x1=Lovesong I Know I Love You Karya Tomorrow X Together Analisis Roland Barthes. Kajian Administrasi Publik Dan Ilmu Komunikasi, 2(3), 340–347. https://doi.org/10.62383/kajian.v2i3.613
Russel, B. (1976). Free Man’s Worship. London : Unwin Books.
Schopenhauer, A. (1970). Essays and Aphorisms. Penguin Books.
Storey, D. (2011). Nihilism, Nature, and the Collapse of the Cosmos. Cosmos and History: The Journal of Natural and Social Philosophy, 7(2), 6–25. https://cosmosandhistory.org/index.php/journal/article/view/257
Toabnani, A., & Boyfala, N. A. (2023). An Analysis Film “Everything Everywhere All at Once” Nihilism and Multiversal Metaphors (Literature Semiotics). Jurnall ELLITE (Journal of Educatiom, Linguistics, Literature and Language Teaching), 6(1), 37–45. https://ejurnalunsam.id/index.php/ELLITE/article/view/7392/4304
Wijayanti, I., & Anggapuspa, M. L. (2020). Kajian Semiotika Video Musik Berjudul Instagram oleh Dean. In Jurnal Barik (Vol. 1, Issue 1). https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/JDKV/
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

