Repetisi Simbol Lingkaran Pada Pembuka Ke 25 Anime One Piece

Authors

  • Inko Sakti Dewanto Institut Teknologi Nasional Bandung

DOI:

https://doi.org/10.37312/de-lite.v5i2.10439

Keywords:

Anime One Piece, Simbol Lingkaran, Image of Time, Mitos

Abstract

One Piece merupakan mahakarya komikus Jepang, Eichiiro Oda, yang telah meraih kesuksesan global sejak awal perilisannya pada tahun 1997. Kejeniusan Oda dalam meramu jalan cerita merupakan kunci sukses dari serial One Piece sehingga masih berlangsung hingga kini. Serial anime One Piece telah bekerjasama dengan banyak musisi yang menyumbangkan lagu untuk pembukaan dan penutupnya. Pada episode 1074, pembuka anime One Piece menggunakan lagu "Saiko Totatsuten" (yang berarti “Titik Tertinggi”) karya band Jepang "Sekai No Owari". Pembuka ke-25 ini terasa spesial karena menjadi pengantar menuju akhir petualangan kru bajak laut Topi Jerami di Negeri Wano (negeri para samurai). Peneliti mengangkat topik ini karena dalam pembuka anime tersebut menyisipkan banyak simbol lingkaran yang muncul dari awal hingga akhir. Lingkaran atau dalam budaya Jepang disebut “Enso”, dijelaskan sebagai simbol integritas, ketidakterbatasan, dan keabadian yang merepresentasikan dewa matahari. Berdasarkan teori Image of Time, lingkaran mencerminkan perjalanan waktu dan peristiwa-peristiwa kronologis. Landasan teori inilah yang membagi pembahasan artikel ini ke dalam tiga bagian utama yaitu sejarah dan penjajahan negeri Wano, perjuangan pembebasan negeri Wano, hingga perayaan kemenangan perjuangan di negeri Wano. Hasil kajiannya bahwa pembuka ke 25 anime One Piece memuat banyak nilai mitos primitif, seputar hidup-mati, manusia-dewa/dewi, serta baik-jahat/buruk. Maka demikian, sebegitu menariknya simbol-simbol lingkaran dalam pembuka anime ke-25 One Piece untuk dikaji, karena kandungan makna-makna simbolik yang tersembunyi di baliknya.

References

Barthes, R. (1977). Mythologies. Paladin Books.

Bergson, H. (2007). Creative Evolution (K. Ansell-Pearson, M. Kolkman, & M. Vaughan (eds.)). PALGRAVE MACMILLAN.

Bogue, R. (2003). Deleuze on Cinema. Routledge.

Creswell, J. W. (2017). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications Ltd.

Dubourg, E., Safa, R., Thouzeau, V., & Baumard, N. (2025). Charting the rise of imaginary worlds in history. Humanities and Social Sciences Communications, 12(1), 580. https://doi.org/10.1057/s41599-025-04877-x

Lisina, E. (2020). Maru: a Circle. https://en.japantravel.com/blog/maru-a-circle/61367

Nesha, D. (2007). One Piece (Anime). https://onepiece.fandom.com/wiki/One_Piece_(Anime)

Nesha, D. (2023). Saiko Totatsuten. https://onepiece.fandom.com/wiki/Saiko_Totatsuten

Philip, N. (2004). Mythology of the World. Kingfisher.

Preston, & Carrie J. (2011). Modernism’s mythic pose : gender, genre, solo performance. Oxford University Press.

Sambeka, F. L., & Ali, M. I. (2024). Evolution of Abstracting Metaphors in Modern Japanese J-pop Lyrics: Analysis of Linguistic Devices. Acta Linguistica Lithuanica, 91, 310–328. https://doi.org/10.35321/all91-13

Yoshiko Seo, A. (2007). Ensō: Zen Circles of Enlightenment. Shambhala Publications.

Downloads

Published

2026-02-23